PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menegaskan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menangani banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.
Penegasan itu disampaikan saat Komisi VIII DPR RI, yang dipimpin Lisda Hendrajoni melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak Sabtu (6/12).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi VIII meninjau dua titik yang mengalami kerusakan paling parah, yakni Nagari Koto Ranah (Muaro Aia) dan Ngalau Gadang.
Hingga hari kunjungan, kondisi di lokasi masih dipenuhi lumpur dan genangan air, sementara beberapa akses jalan belum dapat dilalui.
Para legislator berdialog dengan warga untuk menggali kebutuhan mendesak dan hambatan yang dihadapi dalam proses pemulihan.
Bupati Pessel, Hendrajoni, yang ikut mendampingi kunjungan itu menuturkan bahwa pemerintah daerah telah bekerja sejak hari pertama bencana melanda.
"Kami menggerakkan BPBD, perangkat nagari, relawan, serta seluruh unsur sosial untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat, termasuk ke wilayah terisolasi," ujarnya.
Salah satu titik kritis yang menjadi perhatian adalah Ngalau Gadang, yang aksesnya terputus akibat longsor besar.
Warga setempat membangun jembatan darurat menggunakan empat batang bambu sepanjang 25 meter yang membentang di atas jurang. Untuk wilayah tersebut, BNPB Pusat telah menyalurkan bantuan melalui udara berupa bahan makanan dan pakaian.
Distribusi bantuan lanjutan juga dilakukan melalui jalur darat dengan dukungan para pemuda setempat yang memanggul logistik menuju permukiman yang terisolasi.
"Respons cepat kami lakukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki kebutuhan dasar," kata Hendrajoni.
Kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut terbilang cukup besar, meliputi 11 jembatan, sejumlah jalan penghubung antar nagari, rumah ibadah, dan beberapa sekolah.
Jalan provinsi Bayang-Alahan Panjang, yang menjadi jalur utama menuju Kabupaten Solok, ikut lumpuh total akibat timbunan longsor di sejumlah titik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel berharap sinergi dengan BNPB serta kementerian dan lembaga terkait dapat terus diperkuat untuk mempercepat proses penanggulangan dan pemulihan.
"Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, kami optimistis Pesisir Selatan dapat bangkit dengan cepat," ujarnya.
Sementara itu, Komisi VIII DPR RI dalam kunjungan itu memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan Pemkab Pessel dalam menangani situasi darurat.
"Setiap suara warga harus didengar, dan percepatan penanganan harus terus dikawal," tegas Lisda Hendrajoni, dalam kunjungannya. (yon)