PADEK.JAWAPOS.COM-Upaya penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali mendapat dukungan dari dunia usaha.
PT Telkom Indonesia Wilayah Sumbar–Jambi menyalurkan bantuan paket sembako untuk warga terdampak, Senin (8/12). Bantuan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Evafauza Yuliasman, di Ruang Media Center Tanggap Darurat.
Bantuan tersebut diserahkan melalui program Telkom Peduli oleh Manager Shared Service & General Support (SSGS) Telkom Sumbar–Jambi, Latifah Hanum, bersama Account Manager Government Service (AM GS) Telkom Sumbar, Hendri Wihelminof. Kegiatan itu juga dihadiri Kadis Kominfo Pessel, Wendi, dan Plt Kepala BPBD Pessel, Mulyandri.
Baca Juga: Pemko Bandar Lampung Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk Korban Banjir Kota Padang
General Manager PT Telkom Indonesia Wilayah Sumbar–Jambi, Mohammad Ihsan, menyatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Ia berharap paket sembako tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan warga. Rincian bantuan terdiri dari 75 karung beras lima kilogram, 20 tray telur ayam, 15 dus mi instan, 10 dus minyak goreng, lima dus sarden, dan lima dus biskuit.
Sekda Pessel, Evafauza Yuliasman, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Telkom. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi dukungan penting dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Sehari setelah penyerahan, Pemkab Pessel melalui Dinas Kominfo mulai menyalurkan bantuan tersebut ke kampung terdampak banjir di Kecamatan Lengayang, Selasa (9/12).
Warga Kampung Kambang Harapan, Lurah Patamuan, Panting Jua Kambang Utara, dan Kampung Tebing Tinggi di Nagari Kambang Barat menjadi penerima bantuan.
Kadis Kominfo Pessel, Wendi, mengatakan distribusi diprioritaskan untuk warga yang terdampak banjir pada 25–27 November 2025. Ia memastikan penyaluran dilakukan cepat agar bantuan segera sampai kepada warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Bencana dan Gagal Panen Dorong Kenaikan Harga Beras di Kota Padang
Wendi menyebutkan banjir dan longsor juga merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk jalan, jembatan, sekolah, jaringan listrik, dan telekomunikasi.
Pemerintah daerah terus melakukan pemulihan layanan dasar, termasuk perbaikan jalur komunikasi di beberapa nagari agar informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Ia turut mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan dan organisasi sosial, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. (yon)
Editor : Novitri Selvia