Banjir bandang dan longsor tidak hanya merusak pemukiman warga, tapi juga menghantam sarana pendukung pariwisata yang menjadi penunjang kunjungan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Roli Buchari, membenarkan adanya kerusakan pada Objek Wisata Jembatan Akar di Puluik Puluik, Kecamatan Bayang Utara.
Arus banjir disebutnya mengakibatkan jalinan akar yang terhubung dengan besi sling di sisi kiri dan kanan jembatan terputus.
“Yang tersisa hanya akar utama di bagian tengah yang ukurannya besar. Jembatan masih menggantung, tetapi kondisinya jelas tidak aman,” kata Roli saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/12).
Ia menyebutkan, biaya perbaikan struktur jembatan diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten harus mengajukan dukungan pendanaan kepada pemerintah pusat.
“Kami berharap BNPB atau Kementerian PUPR dapat membantu. Jembatan Akar merupakan ikon wisata Pessel, sehingga pemulihannya sangat krusial,” ujarnya.
Selain Jembatan Akar, kerusakan juga terjadi pada Tourism Information Centre (TIC) di Nagari Carocok Anau, gerbang utama menuju kawasan wisata Mandeh. Banjir merusak bangunan TIC, memecahkan kaca, dan merobohkan sebagian pagar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
“Kami berharap fasilitas TIC ini bisa diprioritaskan perbaikannya karena menjadi pusat informasi bagi wisatawan yang masuk ke kawasan Mandeh,” tambahnya.
Meski dua fasilitas penunjang mengalami kerusakan, Roli menegaskan tidak ada destinasi wisata yang ditutup sementara.
Ia memastikan seluruh titik wisata di Pessel tetap aman dikunjungi. “Kerusakan hanya terjadi pada sarana penunjang, bukan pada titik wisata utama. Semua destinasi tetap aman dari ancaman keselamatan bagi pengunjung,” tegasnya.
Dinas Pariwisata telah melakukan pendataan, asesmen lapangan, serta berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah nagari untuk mempercepat penanganan.
Area terdampak diamankan dan laporan lengkap disiapkan agar proses bantuan dapat segera berjalan.
Menjelang puncak kunjungan wisata pada libur Nataru, pemerintah daerah juga mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan kepada pengelola destinasi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Pengelola diminta meningkatkan kebersihan, memastikan titik rawan aman, serta menyiapkan jalur evakuasi sederhana. Wisatawan juga diimbau memperhatikan informasi cuaca sebelum berangkat.
Bencana di beberapa daerah di Sumbar, termasuk terganggunya akses perjalanan di Lembah Anai, Sitinjau Lauik, dan sejumlah titik lain, turut memengaruhi arus wisatawan.
Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan UMKM, pemandu wisata, dan pelaku usaha perjalanan.
“Ini menjadi tantangan. Karena itu, pemulihan akses dan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar ekonomi pariwisata kembali pulih,” jelasnya.
Meski menghadapi kendala, Roli memastikan Pesisir Selatan siap menerima kunjungan wisatawan saat libur Nataru.
“Kami pastikan destinasi wisata di Pessel tetap aman. Ikuti arahan petugas di lapangan, waspadai kondisi cuaca, dan gunakan jalur resmi. Kami siap menyambut wisatawan dengan pelayanan terbaik,” tutupnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto