Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Rusak Jembatan dan Pipa Air, 150 KK di Kampung Padang Galundi Alami Krisis Air Bersih

Yoni Syafrizal • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:38 WIB

MULAI MELANDAI: Pendistribusian air bersih oleh BPBD Agam dan unsur terkait di wilayah terdampak kekeringan di Ampekangkek dan Canduang sebelum ditutupnya posko tanggap darurat, Selasa (30/9).
MULAI MELANDAI: Pendistribusian air bersih oleh BPBD Agam dan unsur terkait di wilayah terdampak kekeringan di Ampekangkek dan Canduang sebelum ditutupnya posko tanggap darurat, Selasa (30/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-Warga Kampung Padang Galundi, Nagari Taratak Tampatiah, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengalami krisis air bersih setelah jaringan perpipaan dan instalasi pengolahan air rusak akibat banjir.

Banjir tersebut juga menghanyutkan jembatan gantung yang menjadi akses utama penghubung kampung.

Kondisi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS), Bakri Maulana, usai meninjau langsung Kampung Padang Galundi pada Jumat (27/12) lalu.

Temuan itu disampaikannya kepada Padang Ekspres saat dihubungi, Selasa (30/12).

Bakri menjelaskan, rusaknya jembatan gantung akibat banjir tidak hanya memutus akses transportasi warga, tetapi juga berdampak langsung pada terputusnya jaringan perpipaan air bersih yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat.

Sejak peristiwa tersebut, instalasi pengolahan air tidak lagi berfungsi normal. Akibatnya, warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Jaringan perpipaan air bersih putus bersamaan dengan rusaknya jembatan gantung, sehingga warga benar-benar kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Bakri.

Ia menyebutkan, krisis air bersih tersebut dirasakan oleh sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang bermukim di Kampung Padang Galundi. Kondisi itu semakin berat karena masyarakat masih berada dalam tahap pemulihan pascabencana.

Dalam kunjungannya, Bakri juga menerima keluhan warga yang mengaku tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri akibat keterbatasan ekonomi pascabanjir.

Untuk membangun kembali jaringan perpipaan air bersih, dibutuhkan biaya sekitar Rp35 juta.

“Dalam kondisi ekonomi warga yang sedang sulit, gotong royong saja tidak cukup untuk menutupi kebutuhan biaya tersebut,” jelasnya.

Atas kondisi itu, warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel serta dukungan berbagai pihak agar persoalan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat dapat segera ditangani.

Sebagai bentuk kepedulian, Bakri yang juga menjabat Ketua Himpunan Keluarga Batangkapas (HKB) Jabodetabek, mendorong tokoh masyarakat setempat untuk mulai menggalang donasi.

Ia juga menyerahkan bantuan tunai awal atas nama DPP PKPS guna mendukung perbaikan jaringan perpipaan air bersih.

Langkah tersebut mendapat respons dari Ketua Litbang DPP PKPS, Dr. Budhi Mulyadi Dt Bandaro Sati, yang menyatakan kesiapan pihaknya untuk ikut menggerakkan donasi dan bantuan agar perbaikan jaringan air bersih dapat segera direalisasikan.

Budhi Mulyadi yang akrab disapa Datuak Budi menyampaikan bahwa meskipun pembangunan kembali jembatan gantung merupakan kewenangan pemerintah, krisis air bersih yang dialami warga perlu segera ditangani.

“Jembatan yang rusak memang kewenangan pemerintah, namun kebutuhan air bersih bagi 150 KK warga Padang Galundi tidak bisa menunggu lama. Ini menyangkut kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat,” tegasnya, kemarin (30/12).

Sementara itu, Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, saat dihubungi mengapresiasi kepedulian para perantau yang tergabung dalam PKPS terhadap kondisi kampung halaman, khususnya dalam membantu warga terdampak bencana.

Menurut Risnaldi, sinergi antara pemerintah daerah dan perantau menjadi kekuatan penting dalam percepatan penanganan dampak bencana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial, serta berharap upaya penanganan pascabencana ke depan dapat dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada ketahanan infrastruktur dasar di daerah rawan bencana. (yon)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Taratak Tampatiah #krisis air bersih #Pemkab Pessel #Kampung Padang Galundi