Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi (17/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Hendri, mengatakan lokasi penemuan berada pada koordinat 1°46'42.42" Lintang Selatan dan 100°46'53.28" Bujur Timur.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak ± 4,22 km dari lokasi terakhir korban terlihat atau Last Known Position (LKP),” ujar Hendri dalam keterangan tertulisnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kelok Koto Langang, Nagari Sungai Liku.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 08.30 WIB setelah seluruh unsur melakukan debriefing di lokasi.
Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 17.45 WIB ketika Aska mandi di Sungai Liku bersama rekan-rekannya.
Namun hingga pukul 18.00 WIB, korban tidak muncul kembali ke permukaan dan dinyatakan hilang.
Laporan kehilangan diterima Kantor SAR Padang pada Minggu pagi dari BPBD Pesisir Selatan.
Tim SAR kemudian mengerahkan personel dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan yang berjarak sekitar 66,3 kilometer dari lokasi kejadian melalui jalur darat.
Operasi pencarian melibatkan sedikitnya 52 personel gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, Polri, BPBD, perangkat nagari, serta sekitar 30 warga setempat yang turut membantu proses pencarian di sepanjang aliran sungai.
Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan peralatan seperti Aqua Eye, LCR, serta alat evakuasi dan medis untuk mendukung pencarian di perairan.
Meski kondisi cuaca terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 5 knot, tim di lapangan menghadapi kendala berupa lokasi yang merupakan titik tanpa sinyal atau blank spot sehingga koordinasi komunikasi menjadi terbatas. (*)
Editor : Hendra Efison