UNP Latih Petani Pesisir Selatan Budidaya Azolla Microphylla untuk Pakan Ternak Berprotein Tinggi

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 17:42 WIB
Tim UNP mengembangkan budidaya Azolla microphylla sebagai pakan alternatif berprotein tinggi bagi itik dan ikan di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.(Foto: KKPS)
Tim UNP mengembangkan budidaya Azolla microphylla sebagai pakan alternatif berprotein tinggi bagi itik dan ikan di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.(Foto: KKPS)

PADEK.JAWAPOS.COM – Universitas Negeri Padang (UNP) mengembangkan budidaya Azolla microphylla sebagai pakan alternatif berprotein tinggi bagi itik dan ikan di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Program tersebut dijalankan melalui Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) untuk membantu masyarakat memperoleh pakan ternak yang lebih ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Ciptro Handrianto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., dosen Departemen Pendidikan Nonformal, Fakultas Ilmu Pendidikan UNP.

Tim pengabdian juga melibatkan Dr. Akrimulah Mubai, M.Pd.T. dari Fakultas Teknik, Dr. Vevi Sunarti, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan, serta Dr. Rahmawati D., M.Pd. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Kegiatan turut melibatkan alumni dan mahasiswa UNP dengan menggandeng Ketua Kelompok Tani Murni Sungai Sirah, Busril, sebagai mitra pelaksanaan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pelatihan sekaligus praktik langsung mengenai teknik budidaya Azolla microphylla, tanaman air yang dikenal memiliki kandungan protein cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ternak itik maupun ikan.

Menurut Ciptro Handrianto, pemanfaatan Azolla diharapkan dapat mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan komersial yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya produksi terbesar.

"Masyarakat memperoleh pelatihan dan praktik langsung membudidayakan Azolla microphylla. Tanaman air ini dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk itik dan ikan, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial," ujar Ciptro.

Selain memperkenalkan budidaya Azolla, tim UNP juga mengenalkan konsep zero-waste farming atau pertanian tanpa limbah.

Pendekatan tersebut mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien sehingga kegiatan peternakan dan perikanan dapat berlangsung lebih produktif sekaligus berkelanjutan.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti sesi penyampaian materi hingga praktik budidaya secara langsung. Tim pengabdian UNP juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan agar masyarakat mampu mengembangkan budidaya Azolla secara mandiri setelah program selesai.

Ciptro menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan).(*)

Editor : Heri Sugiarto
Pengabdian UNP Berdampak Azolla microphylla pakan alternatif itik budidaya Azolla Pesisir Selatan unp