“Alhamdulillah Sumbar telah menorehkan prestasi membanggakan, sukses dalam melaksanakan MTQ ke-28 dan sukses dalam meraih prestasi. Sukses ini tentu patut disyukuri dengan upaya yang lebih keras dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang, seimbang antara pembangunan fisik dan mental,” ujar Azwar Anas dalam diskusi virtual bersama Ali Mukhni.
Di balik kesuksesan MTQ, menurut Azwar Anas ada sosok yang tidak bisa dilupakan, yakni Ali Mukhni. Semasa kepemimpinannya sebagai bupati Padangpariaman, ia mampu bersama provinsi membangun stadion megah di Lubuk Alung Padangpariaman. Keberanian dan kepiawaian Ali Mukhni disebutnya sebagai modal kuat menjadi seorang pemimpin. Tak hanya stadion, Ali Mukhni mampu menjinakkan sejumlah proyek skala nasional untuk dilaksanakan. MAN Insan Cendikia, Politeknik Pelayaran, Asrama Haji, dan sederetan pembangunan lainnya.
Di tengah tantangan pembangunan yang makin berat kata Azwar, kepiawaian Ali Mukhni harus berkelanjutan. Tak hanya kabupaten, ia patut memimpin Sumbar. Tantangan ekonomi yang sulit, di tengah pendemi covid 19 butuh sosok pemimpin bertangan dingin, mau mendengar dan berbaur dengan warga, serta tidak sungkan berdiskusi dengan orang lain.
“Membangun fisik dengan dana pemerintah bisa saja dilakukan oleh siapapun. Tetapi meyakinkan dan membawa serta masyarakat berpartisipasi memajukan daerah, itu yang agak berat. Terkadang pememimpin tak mau ambil risiko meyakinkan itu, tetapi beda dengan Ali Mukhni, ia mau ambil risiko itu,” ujar Azwar Anas memberi apresiasi.
Kesuksesan MTQ yang berlangsung November lalu, mengingatkan Azwar Anas pada perhelatan MTQ ke -13. Saat itu ia menjadi gubernur dan Sumatera Barat sebagai tuan rumah. Bonus yang terasa sampai sekarang katanya, Sumbar mampu membangun GOR H Agus Salim dan membangun kampus Qur’an. Kali ini tentu juga demikian hendaknya.
“Kita berharap GOR megah di Lubuk Alung yang menjadi tempat pembukaan, menjadi magnet pembangunan Padangpariaman dan Sumatera Barat ke depan. Dari segi geografis dan tata letak di kawasan itu sudah dibangun jalan lingkar dan akses pembangunan Tol. Semoga ini bisa terintegrasi ke kantor bupati dan Tarok City,” ujarnya.
Sebagai pemimpin yang mau berbuat, mau belajar dan mau mendengar, Azwar Anas berharap Ali Mukhni tidak lupa selalu meluruskan niat, berharap ridha Allah, mengajak semua komponen dalam membangun; niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai. Serta selalu menghormati orangtua. “Saya yakin kerendahan hati sebagai pemimpin itu tetap ada pada Ali Mukhni, saya merasakan betul bagaimana beliau mau banyak belajar dari yang tua-tua,” ujarnya.
Ali Mukhni mengakui, kesuksesan pembangunan yang dilakukan selama ini tak terlepas dari itikad baik dalam membangun, serta mengajak serta komponen masyarakat. Ia pun menyadari, setiap kekurangan dan kelemahannya sebagai pemimpin, ia tak malu malu belajar pada siapapun. Apalagi sesepuh dan mantan pejabat yang sudah aral melintang sebagai pemimpin.
Terkait MTQ, Sumbar mencetak sejarah dalam MTQ ke 28, daerah yang dipimpin Gubernur Irwan Prayitno ini meraih juara umum. Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, gelar juara umum di ajang MTQ Nasional ini merupakan pertama kalinya yang diraih oleh Sumbar. Hal tersebut tentu menjadi kebanggaan terbesar bagi masyarakat Sumbar. Dari 125 orang kafilah yang diutus Sumbar, 9 orang berhasil meraih juara 1, 10 orang meraih juara 2, dan 4 orang meraih juara 3. (ars) Editor : Hendra Efison