Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Syamsu Rahim: Ali Mukhni itu Piawai

Hendra Efison • Jumat, 4 Desember 2020 | 01:07 WIB
Photo
Photo
Kepiawaian Ali Mukhni sebagai kepala daerah diakui banyak kalangan. Tak hanya mantan Wakil Ketua DPRD Sumbar Masful, atau sesepuh Minang Azwar Anas saja. Sosok birokrat sekaligus politikus senior Syamsu Rahim pun mengakuinya.

“Ali Mukhni itu satu di antara sedikit kepala daerah yang piawai dalam melakukan pendekatan pembangunan dengan banyak pihak. Tak hanya hubungan vertikal ke pemerintah pusat, tetapi juga koordinasi dengan rekan sejawat. Apalagi dengan masyarakat grass rooth,” ujar Syamsu Rahim seusai diskusi dengan Ali Mukhni di Padang.

Sebagai mantan sejawat sesama bupati, mantan Bupati Solok dan Walikota Solok ini mengakui kepiawaian Ali Mukhni dari fakta fakta pembangunan Padangpariaman. Ia tak segan-segan tidur di kursi tamu pejabat pusat demi mengejar sebuah harapan untuk daerah. Lalu tak jarang pula tidur di lokasi pembangunan apabila ada polemik dengan masyarakat.

“Pertama, berawal dari sebagai seorang guru, lalu wakil bupati dan diamanahkan rakyat sebagai bupati dua periode, membuktikan kalau Ali punya pengalaman dan bisa diterima masyarakat dalam Pilkada langsung. Kedua, ia punya kemampuan komunikasi dan silaturrahmi yang baik dengan berbagai pihak. Ini penting untuk membangun daerah dalam tataran budaya Minang. Ketiga, ia punya kapasitas dan kapabilitas dan saya yakin akan terus terasah,” ujar Syamsu Rahim.

Bermodal tiga hal di atas, tokoh Solok Raya plus yang juga merasakan asam garam sebagai Ketua DPRD Sawahlunto, berkeyakinan ke depan Ali Mukhni akan semakin mantap dan matang sebagai pemimpin.

Pemerintah provinsi satu sisi merupakan perpanjang tangan pemerintah pusat. Sisi lain, gubernur sebagai kepala daerah merupakan pilihan rakyat. Konsekuensinya menurut mantan Dosen APDN ini, harus mampu memainkan peran dengan mendengar aspirasi masyarakat luas.

“Ini yang saya sebut sebagai kolaborasi. Pemprov dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur jangan sebagai pejabat ekslusif untuk kelompok tertentu. Tetapi bisa mengelaborasi sumberdaya yang ada. Koordinasi berjalan baik dengan Forkopimda, LKAAM-MUI-Ormas serta bupati dan walikota,” ujar Syamsu Rahim. (*)

Dikirim dari iPhone saya Editor : Hendra Efison
#Ali Mukhni #Syamsu Rahim #Piawai #di mata