Kopiah pemberian Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri selalu dikenakan Ganjar Pranowo. Mulai dari salat Ied Idul Fitri di Masjid Raya Sheikh Zayed hingga menghadiri jamuan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di rumah dinas wali kota Loji Gandrung, Sabtu (22/4).
Menurut calon presiden dari PDIP itu, kopiah merupakan simbol dari budaya Indonesia. Kopiah warna hitam tersebut dipadukan dengan jas warna senada, kemeja putih, serta sarung bermotif batik dengan dominasi warna merah.
Ganjar berkelakar bahwa hanya melepas kopiah pemberian Megawati saat mandi dan tidur. “Ini peci simbol dari Indonesia. Ada makna religius dan ciri dari orang Indonesia, kultural budaya. Pesan Ibu Mega agar tidak lupa akan budaya kita,” sebut Ganjar seperti dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group).
Seperti yang diketahui, kopiah dipasangkan setelah Megawati resmi mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang akan diusung PDIP pada Pilpres 2024 di Istana Batu Tulis, Bogor, Jumat (21/4). Megawati secara simbolis memakaikan kopiah dengan disaksikan para kader secara langsung maupun virtual.
Sebelumnya, calon presiden Republik Indonesia yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dipakaikan kopiah oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Itu sebagai simbol dari identitas budaya Indonesia.
"Kita melihat budaya orang Indonesia itu berkopiah, dan Bung Karno mengatakan itu identitas dari nasionalisme kita, yang disebut nasionalis religius,” ucap Megawati di kanal YouTube PDI Perjuangan, dipantau dari Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4).
Megawati secara simbolis memakaikan kopiah dengan disaksikan para kader secara langsung maupun virtual. Prosesi pemakaian kopiah ini pun mendapat sambutan dari para elite PDIP yang hadir.
Ganjar langsung menyalami Megawati usai mengenakan kopiah yang baru saja dipakaikan. "Semoga ini bisa menjadi simbol semua rakyat, siapa pun, tidak melihat agamanya," tutur Megawati.(jpg)
Editor : Admin Padek