PADEK.JAWAPOS.COM-Warga Jorong Sampanjang, Nagari Sungairimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di area kebun milik keluarga korban, Rabu (8/4) sekitar pukul 12.15 WIB.
Korban diketahui bernama Henni, 48, seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Aurkuning, Kota Bukittinggi, yang sehari-hari berjualan sate. Korban sebelumnya pulang ke rumah orang tuanya di Jorong Sampanjang pada Senin (6/4), namun sejak itu tidak lagi terlihat oleh keluarga maupun warga sekitar.
Kapolsek Suliki, Iptu Doni Putra menjelaskan, korban terakhir diketahui berada di rumah orang tuanya sebelum akhirnya dilaporkan hilang.
Baca Juga: JKA Dorong Penguatan SDM Transportasi, Padangpariaman Perkuat Sinergi Nasional
“Korban terakhir berada di rumah orang tuanya. Pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB, saksi berinisiatif mencari korban ke kebun milik keluarga,” ujar Iptu Doni Putra.
Korban pertama kali ditemukan oleh dua saksi, yakni Surya Bakti, 44, warga Jorong Sampanjang, dan Andre, 38, warga Jorong Suliki Pasar.
Saat ditemukan di belakang pondok kebun, korban dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi terduduk menyandar ke arah samping sepeda motor yang berada di dekatnya.
Baca Juga: DKPP Agam Intensif Awasi SPPG, Pangan Program MBG Dipastikan Aman
“Setelah sepeda motor digeser oleh saksi, korban langsung terjatuh dalam posisi terlentang. Saat itu kondisi tubuh korban sudah kaku dan dikerubungi lalat,” jelas Kapolsek.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban seperti sepeda motor dan telepon genggam dalam kondisi utuh, sehingga tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan barang.
Selain itu, dari informasi yang dihimpun, di sekitar lokasi juga ditemukan pisau cutter yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Baca Juga: Tambang Ilegal Kembali Makan Korban, Warga dan Walhi Lapor ke Komnas HAM
Lebih lanjut, beredar informasi korban ditemukan dengan kondisi luka pada pergelangan tangan kiri dan kanan yang diduga terputus, sehingga muncul dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Bahkan, korban disebut sempat meninggalkan pesan kepada anaknya sebelum dilaporkan hilang.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wachid melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Indra Prakoso dan Kapolsek Suliki Iptu Doni Putra menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung.
“Kami masih dalam perjalanan ke TKP dan akan memberikan informasi lebih lengkap setelah pemeriksaan dilakukan,” ujar pihak kepolisian.
Baca Juga: Tambang Ilegal Kembali Makan Korban, Warga dan Walhi Lapor ke Komnas HAM
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi korban. Sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah dibawa ke RSUD Ahmad Darwis Suliki guna dilakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut.
“Untuk sementara, belum dapat disimpulkan penyebab kematian korban. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Iptu Doni Putra. (rid)
Baca Juga: Tambang Ilegal Kembali Makan Korban, Warga dan Walhi Lapor ke Komnas HAM
Editor : Novitri Selvia