PADEK.JAWAPOS.COM - Akses warga Jorong Batungpanjang yang sempat terputus akibat longsor, bakal kembali tersambung. TNI AD melalui Kodim 0304/Agam dan Koramil 05 Tanjungraya memastikan pembangunan jembatan di Sungai Ligin segera ditindaklanjuti.
Kabar itu diterima langsung Wali Jorong Batungpanjang, Fajri, dari Bati Tuud Koramil 05 Tanjung Raya, Yusrizal.
“Alhamdulillah, sudah ada tindak lanjut pembangunan jembatan Sungai Ligin yang beberapa waktu lalu hancur tertimpa longsor,” kata Fajri, Senin (13/4). Jembatan yang berada di aliran Banda Ligin, Tapian Jalan Banting itu menjadi urat nadi warga. Selain menghubungkan permukiman, akses ini juga vital bagi petani menuju lahan mereka.
“Harapan kami tentu cepat terealisasi. Ini menyangkut aktivitas harian masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Yusrizal menyebut pembangunan jembatan ini merupakan lanjutan dari upaya TNI AD dalam membuka kembali akses wilayah terdampak bencana di Tanjung Raya.
Sebelumnya, TNI telah sukses membangun jembatan rangka Aramco di Bayur, Maninjau, dan Sungai Batang. “Sekarang kita usulkan lagi di Sungai Ligin. Ini akan menghubungkan Jorong Batung Panjang dengan Jorong Nagari,” ujarnya.
Jembatan yang direncanakan memiliki panjang sekitar 5 meter dan lebar 3 meter itu diproyeksikan melayani sekitar 200 warga. Dengan kondisi sungai selebar 3 meter dan kedalaman 2,5 meter, keberadaan jembatan ini dinilai mendesak.
Pascabencana, sejumlah akses di Kabupaten Agam memang sempat lumpuh. Namun, kolaborasi pemerintah daerah dengan TNI dan Polri mulai menunjukkan hasil. Sejak Desember 2025, sedikitnya 16 jembatan telah dibangun di berbagai titik. Rinciannya, 5 jembatan Bailey, 9 jembatan rangka Aramco, dan 2 jembatan gantung.
Perbaikan ini tak sekadar memulihkan akses, tapi juga menggerakkan kembali ekonomi warga yang sempat tersendat. Kini, Sungai Ligin menunggu giliran. Jika terealisasi, satu lagi titik terputus di Agam akan kembali terhubung. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril