PADEK.JAWAPOS.COM—Akibat curah hujan yang tinggi, musibah banjir melanda Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa sore (14/4/2026).
Peristiwa ini menyebabkan air sungai meluap hingga menjebak satu unit kendaraan dan mengakibatkan dua orang penumpang hilang terseret arus.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada pukul 19.03 WIB.
Baca Juga: Transformasi Posyandu Payakumbuh Dipercepat, Wako Targetkan Layanan Terpadu 6 Bidang SPM
Berdasarkan laporan tersebut, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika hujan lebat memicu luapan air sungai yang ekstrem di wilayah tersebut.
Peristiwa nahas ini terjadi saat mobil yang dikendarai korban terjebak di tengah kepungan banjir. Dalam upaya menyelamatkan diri, kedua korban dilaporkan mencoba membuka pintu untuk keluar dari kendaraan.
Namun, kuatnya arus akibat air sungai meluap membuat keduanya kehilangan keseimbangan dan seketika terseret ke dalam sungai. Kedua korban diketahui bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37).
Baca Juga: DPRD Payakumbuh Sepakat Cabut Perda RDTR 2018–2038, Disesuaikan dengan UU Cipta Kerja
Merespons situasi darurat tersebut, Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman segera dikerahkan.
"Pada pukul 19.20 WIB, tim yang terdiri dari enam personel telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian (LKP)," ujar Hendri, Selasa malam.
Lokasi pencarian berada pada koordinat 0°01'05.1"S - 100°09'57.1"E, dengan jarak tempuh darat sekitar 76,4 kilometer dari Pos SAR Pasaman. Tim diperkirakan tiba di lokasi dalam waktu hampir tiga jam perjalanan.
Baca Juga: Ribuan Ton Beras dan Minyak Goreng Disalurkan di Payakumbuh, 466 KK Tigo Koto Diate Terima Bantuan
Dalam operasi SAR ini, petugas membawa sejumlah peralatan khusus, di antaranya rescue car, LCR (perahu karet) beserta mesin tempel, perahu rafting, peralatan evakuasi, hingga alat medis dan komunikasi.
Meski demikian, proses pencarian dihadapkan pada tantangan berat. Faktor cuaca yang masih diguyur hujan serta derasnya arus sungai menjadi penghambat utama bagi personel di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih berupaya menembus lokasi untuk memulai penyisiran di sepanjang aliran sungai Nagari Alahan Mati. (cc1)
Editor : Adetio Purtama