Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Huntap Mandiri Agam mulai Dibangun

Putra Susanto • Senin, 20 April 2026 | 10:42 WIB
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bersama Sekretaris Utama BNPB Rustian melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh huntap mandiri di Salarehaia, Kecamatan Palembayan, Kamis (16/4). (DOK PEMKAB AGAM)
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bersama Sekretaris Utama BNPB Rustian melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh huntap mandiri di Salarehaia, Kecamatan Palembayan, Kamis (16/4). (DOK PEMKAB AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam mulai direalisasikan. Dua unit percontohan telah memasuki tahap peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya program tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, Jumat (17/4), mengatakan huntap mandiri merupakan skema pembangunan berbasis permintaan masyarakat yang memiliki lahan sendiri, dengan dukungan pemerintah dalam proses pembangunan.

“Total rencana huntap mandiri ada 1.089 unit di 10 kecamatan. Kemarin ada tambahan dua unit lagi dari masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Agam juga masih membuka peluang bagi masyarakat lain yang ingin membangun huntap secara mandiri di atas lahan pribadi.

Sehari sebelumnya, Kamis (16/4), pemerintah daerah telah memulai pembangunan rumah contoh huntap mandiri di Salarehaia, Kecamatan Palembayan.

Pembangunan ini menggunakan teknologi sepablock yang dinilai lebih cepat dan tahan lama, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal dan Sekretaris Daerah Mhd Lutfi AR, serta unsur Forkopimda dan OPD terkait.

Rustian mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana di Agam. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat menjadi kunci dalam percepatan pemulihan.

“Pembangunan huntap, baik mandiri maupun kolektif, diharapkan segera rampung agar masyarakat bisa kembali tinggal dengan aman,” ujarnya.

Ia juga menyebut Agam menjadi daerah keempat di Sumatera Barat yang memulai pembangunan huntap mandiri.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pembangunan ini menjadi momentum kebangkitan daerah. Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan lokasi bagi warga yang tidak memiliki lahan.

“Pemulihan butuh proses, tapi kita pastikan percepatan terus dilakukan, termasuk perbaikan infrastruktur terdampak,” katanya.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat diharapkan segera menempati hunian yang layak agar aktivitas sosial dan ekonomi bisa kembali berjalan bertahap.

Di sisi lain, pembangunan huntap kolektif yang sepenuhnya difasilitasi pemerintah masih menghadapi kendala utama pada ketersediaan lahan.

Dari total 699 unit huntap kolektif yang direncanakan, baru 533 unit yang dapat direalisasikan. Artinya, masih terdapat kekurangan lahan untuk 166 unit.

Lokasi huntap kolektif tersebar di beberapa titik, di antaranya Damagadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjungraya (352 unit), Balai Benih Ikan Gumarang di Palembayan (60 unit), Padang Tarok, Salarehaia Utara (78 unit), serta kawasan SDN 05 Kayupasak (70 unit).

“Untuk kekurangan lahan ini, pemerintah daerah berencana melakukan pembelian. Saat ini masih dalam proses,” kata Kepala Dinas Kominfo Agam Roza Syafdefianti.

Meski pembangunan mulai berjalan, persoalan lahan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar seluruh kebutuhan huntap bagi warga terdampak bisa terpenuhi. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
#pembangunan #huntap