PADEK.JAWAPOS.COM -- Sebuah bangunan tempat ibadah yang representatif kini berdiri di kawasan Posko Pendakian Gunung Sago via Baruhbukik, Kabupaten Tanahdatar, tepatnya di Jorong Baruhbukik, Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang.
Pembangunan fasilitas ibadah ini digerakkan sepenuhnya oleh komunitas U-Forty (U40) Sumatera Barat, sebuah wadah bagi para pendaki gunung senior yang telah berusia di atas 40 tahun.
Secara teknis, Mushala Hamba Allah ini dibangun dengan spesifikasi bangunan yang cukup proporsional untuk kawasan pendakian. Bangunan utama mushala dirancang dengan ukuran 3×3 meter, yang dinilai cukup nyaman dan privat bagi para pelancong alam maupun warga sekitar untuk menunaikan kewajiban lima waktu.
Saat ini, progres di lapangan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tim di lokasi sedang fokus merampungkan infrastruktur penunjang demi kenyamanan jamaah. Terlihat pengerjaan pemasangan pipa air yang dialirkan khusus untuk kebutuhan berwudhu serta penyediaan area kamar bilas yang memadai.
Munal, salah satu anggota U40 Sumbar yang terjun langsung ke lokasi, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran pembangunan ini. Menurutnya, bangunan ini sudah mendekati tahap sempurna dan tinggal menyisakan sentuhan akhir pada bagian interior agar suasana di dalam ruangan terasa lebih sejuk dan khusyuk.
“Alhamdulillah, pengerjaan Mushala Hamba Allah di Posko Sago via Baruhbukik ini sudah hampir selesai. Saat ini tinggal tahap finishing untuk pemasangan interior. Tadi kami juga sudah menyelesaikan pemasangan pipa air untuk berwudhu serta kamar bilas,” ujar Munal.
Meski masih dalam tahap penyelesaian akhir, Munal menegaskan fungsi bangunan ini sudah mulai dirasakan manfaatnya. Kehadiran mushala ini menjadi oase bagi berbagai lapisan masyarakat yang beraktivitas di lereng Gunung Sago, mulai dari para petualang hingga pejuang ekonomi lokal.
“Alhamdulillah, saat ini sudah bisa dipakai oleh para pendaki, para petani gula aren, serta masyarakat yang berkegiatan di sekitar Posko Pendakian Sago via Baruhbukik. Kami ingin akses ibadah ini dibuka seluas-luasnya untuk siapa saja tanpa terkecuali,” tambah Munal.
Kehadiran fasilitas baru ini disambut hangat oleh pengelola jalur pendakian setempat. Jumadil, selaku Koordinator Posko Pendakian Sago via Baruhbukik tidak dapat menyembunyikan rasa harunya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh komunitas pendaki senior tersebut terhadap fasilitas publik di wilayahnya.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas dukungan dari U-Forty Sumatera Barat sejauh ini. Perhatian mereka luar biasa, bahkan sampai membangunkan sebuah mushala yang sangat layak bagi kami di sini. Ini sangat membantu kenyamanan para pendaki dan warga kami,” ungkap Jumadil.
Menurut pengurus U-Forty, gerakan sosial ini murni hasil swadaya anggota. Sejak berdiri pada Oktober 2020, komunitas yang kini memiliki 60 anggota tersebut konsisten mengutamakan aksi nyata di lapangan daripada sekadar pencitraan di media sosial.
Selain di Gunung Sago, U40 Sumbar di bawah kepemimpinan Prasetyo (Ketua), Pancu (Wakil Ketua), Alex (Sekretaris), dan Anggana Wiria (Bendahara) telah melakukan berbagai aksi serupa. Mereka tercatat telah merehabilitasi MCK di jalur pendakian Gunung Tandikek via Ganting serta membangun rumah tahfiz di Sikadunduang, Kabupaten Tanahdatar, sebagai bentuk kontribusi positif di usia senja. (cc8)
Editor : Adriyanto Syafril