Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pelaku Kreatif Pariaman Ikuti Workshop Fotografi dan Canva Pro

ZikriNiati ZN • Senin, 20 April 2026 | 08:09 WIB
Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Workshop Pelatihan Fotografi, Strorytelling dan Canva Pro di Aula Pertemuan Gedung Bersama Lantai III Karanaur Kota Pariaman, Sabtu (18/4). (DOK KOMINFO PARIAMAN)
Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Workshop Pelatihan Fotografi, Strorytelling dan Canva Pro di Aula Pertemuan Gedung Bersama Lantai III Karanaur Kota Pariaman, Sabtu (18/4). (DOK KOMINFO PARIAMAN)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Untuk memperkuat kapasitas para pelaku industri kreatif di Kota Pariaman, Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar Workshop Pelatihan Fotografi, Strorytelling dan Canva Pro.

Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta dari pelaku industri kreatif yang ada di Kota Pariaman dan mengangkat tema”Resiliensi Visual Untuk Promosi Ekonomi Kreatif dan Kebangkitan Sumatera Barat”. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pertemuan Gedung Bersama Lantai III Karanaur Kota Pariaman, Sabtu (18/4).

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan di era digital saat ini, kekuatan visual bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi ujung tombak dalam membangun persepsi dan menarik perhatian serta meningkatkan daya saing visual yang kuat, kreratif, dan berkarakter sebagai identitas yang mampu mengangkat potensi daerah kita ke tingkat yang lebih tinggi .

“Saya minta kepada Kemenekraf untuk dapat menjadikan Kota Pariaman sebagai pilot project atau sebagai kota binaan yang secara visualnya bisa terjual sehingga mindset pengunjung ke Sumbar itu hanya ingat Kota Pariaman saja sebagai daerah tujuan wisatanya,” ujar Yota Balad.

Ia berharap kegiatan ini  melahir ide-ide segar kreatif dan terjalin kolaborasi baru serta semangat baru dalam rangka meningkatkan perekonomian di Kota Pariaman.

Sementara itu, Direktur Penerbitan dan Fotografi Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kemenekraf Iman Santosa menjelaskan workshop ini hadir sebagai jawaban konkrit dari kerja sama ekonomi kreatif melalui program ekraf peduli, dimana Kota Pariaman salah satu kota yang terdampak dari bencana hidrometeorologi, yang terdiri dari tiga pilar utama yaitu pertama fotografi, kedua story telling dan ketiga design canva.

Di pilar pertama itu peserta akan dibekali kemampuan dalam menciptakan konten visual autentik yang mampu mendokumentasikan resiliensi pelaku ekraf sumbar pasca bencana melalui fotografi yang professional.

“Kedua, menceritakan kisah pegiat ekraf lokal melalui narasi story telling yang menggugah dan yang ketiga mengemas konten menjadi produk digital siap publish dengan menggunakan aplikasi canva,” ulasnya.

Ia meyakini Kota Pariaman bukan hanya sekadar ruang georafis melainkan landscape budaya yang lengkap dengan kekuatan tradisi dinamika pesisir dan nilai-nilai kebersamaan yang menghasilkan kekayaan visual sekaligus narasi yang otentik, sehingga menjadikannya ruang yang sangat relevan untuk pengembangan fotografi dan story telling sebagai medium yang tidak hanya merekam juga memaknai realitas. (nia)

Editor : Adriyanto Syafril
#Workshop Fotografi Pariaman #Ekonomi Kreatif Pariaman #Canva Pro Pariaman #Pelaku Kreatif Sumbar #industri kreatif