PADEK.JAWAPOS.COM - Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meninjau langsung pelaksanaan latihan fisik peserta Bimbingan Belajar (Bimbel) Gratis Sekolah Kedinasan tahun 2026 di Youth Center, Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah.
Dalam kunjungannya, Yota menegaskan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor krusial dalam proses seleksi sekolah kedinasan. Menurutnya, banyak peserta gagal bukan karena kemampuan akademik, melainkan kurangnya persiapan fisik.
“Latihan fisik sangat penting karena menjadi salah satu tahapan seleksi utama yang menentukan kelulusan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan disiplin dan kesungguhan. Yota menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri tanpa bergantung pada faktor non-teknis.
“Jangan berpikir tanpa dukungan tertentu tidak akan lulus. Kunci utama adalah keseriusan, semangat, disiplin, serta ikhtiar spiritual, termasuk salat tahajud setelah latihan,” katanya.
Program Bimbel Sekolah Kedinasan ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) kepemimpinan Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi periode 2025–2030. Program tersebut dirancang untuk membantu calon peserta menghadapi ketatnya seleksi masuk berbagai sekolah kedinasan di Indonesia.
Yota menjelaskan, pelaksanaan tahun ini merupakan tahun kedua program tersebut digelar secara gratis, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Kota Pariaman.
Ia berharap, semakin banyak peserta yang berhasil lolos seleksi, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Semakin banyak yang lulus, semakin terlihat dampak positif program ini,” tutupnya.
Kegiatan peninjauan turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, beserta jajaran, serta pelatih dari unsur Polres Pariaman dan Kodim 0308 Pariaman. (nia)
Editor : Adriyanto Syafril