Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengawasan Ayam Potong Diperketat, Distan Pessel Pastikan Daging Aman dan Halal

Yoni Syafrizal • Senin, 11 Mei 2026 | 09:20 WIB
Tim Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pessel melakukan pengawasan dan pemeriksaan usaha ternak unggas di lapangan guna memastikan daging ayam yang beredar aman, sehat, dan layak konsumsi. (DOK DISTAN PESSEL)
Tim Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pessel melakukan pengawasan dan pemeriksaan usaha ternak unggas di lapangan guna memastikan daging ayam yang beredar aman, sehat, dan layak konsumsi. (DOK DISTAN PESSEL)

PADEK.JAWAPOS.COM - Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memperketat pengawasan terhadap usaha ayam potong guna memastikan daging unggas yang beredar di tengah masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Pengawasan dilakukan mulai dari kandang ternak hingga proses pemotongan dan distribusi ke pasar tradisional.

Langkah tersebut dilakukan menyusul pentingnya jaminan keamanan pangan asal hewan yang langsung berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), Dinas Pertanian Pessel intensif turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan pembinaan kepada peternak maupun pelaku usaha unggas.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pessel, Sri Rita Setiawati, mengatakan, pengawasan terbaru dilakukan di Kecamatan Sutera dan Kecamatan Lengayang beberapa waktu lalu. Kegiatan itu meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan ayam, serta edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat.

“Kami bersama jajaran turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan ayam, serta memberikan edukasi kepada peternak dan pelaku usaha,” ujar Sri Rita Setiawati saat dihubungi, kemarin (10/5).

Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik ayam sebelum dipotong, tetapi juga mencakup kebersihan kandang dan tempat pemotongan. Aspek sanitasi dinilai sangat menentukan kualitas daging yang dihasilkan dan berpengaruh terhadap keamanan konsumsi masyarakat.

Ia menjelaskan, ayam yang layak dipotong harus memenuhi sejumlah indikator kesehatan, di antaranya aktif bergerak, tidak menunjukkan gejala penyakit, serta memiliki kondisi fisik yang baik. Pemeriksaan tersebut penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit melalui pangan asal hewan.

Selain itu, pihaknya memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai standar kesehatan dan kesejahteraan hewan. Proses pemotongan yang benar akan menghasilkan daging yang higienis dan aman dikonsumsi. “Kami juga mengingatkan agar proses penyembelihan dilakukan secara halal dan higienis, serta menggunakan peralatan yang bersih,” katanya.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, tim Keswan dan Kesmavet juga memberikan edukasi kepada pedagang serta masyarakat mengenai ciri-ciri daging ayam layak konsumsi, seperti warna daging yang segar, tekstur kenyal, dan tidak berbau menyengat.

Sri Rita menegaskan, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pengawasan pangan. Menurutnya, konsumen harus memiliki pemahaman yang cukup agar lebih selektif dalam memilih bahan pangan yang aman dikonsumsi.

Karena itu, Dinas Pertanian Pessel secara rutin melakukan pengawasan di pasar tradisional guna mencegah peredaran daging ayam yang tidak memenuhi standar kesehatan.
“Jika ditemukan daging yang tidak memenuhi standar, kami akan memberikan pembinaan hingga tindakan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Pessel, Hamdi, menyatakan pengawasan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan masyarakat melalui penguatan sistem keamanan pangan asal hewan.

Menurutnya, kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat sangat berpengaruh terhadap kesehatan, sehingga pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. “Kami ingin memastikan bahwa daging ayam yang beredar di masyarakat benar-benar aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Hamdi.

Ia menambahkan, pengawasan juga bertujuan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha agar selalu menjaga standar kebersihan dan kesehatan dalam menjalankan usaha peternakan maupun pemotongan unggas.

Hamdi turut mengapresiasi peran aktif jajaran di lapangan yang terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Ke depan, pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung pengawasan keamanan pangan asal hewan di Pessel. “Kami berharap seluruh pihak, baik peternak, pedagang, maupun masyarakat, dapat bekerja sama dalam menjaga kualitas pangan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan daging yang mencurigakan atau tidak layak konsumsi di pasaran. Selain itu, masyarakat diminta membeli daging di tempat terpercaya dan memperhatikan kebersihan produk sebelum dikonsumsi. “Kesehatan masyarakat dimulai dari pangan yang dikonsumsi, sehingga kita semua harus peduli terhadap kualitasnya,” tambahnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan