Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengawasan Ribuan Hewan Kurban Diperketat

Putra Susanto • Selasa, 12 Mei 2026 | 09:11 WIB
Prosesi penyembelihan hewan qurban sapi limousin berbobot 930 kilogram dari Presiden Prabowo Subianto, di Masjid Jami’ Pasar Palembayan, Nagari Ampekkoto Palembayan, pada Idul Adha 1446 H lalu. (DOK PADEK)
Prosesi penyembelihan hewan qurban sapi limousin berbobot 930 kilogram dari Presiden Prabowo Subianto, di Masjid Jami’ Pasar Palembayan, Nagari Ampekkoto Palembayan, pada Idul Adha 1446 H lalu. (DOK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Ribuan sapi dan kambing bakal diperiksa guna memastikan hewan layak disembelih sesuai syariat serta aman dikonsumsi masyarakat.

Di Kabupaten Agam, Dinas Pertanian setempat memperkirakan jumlah hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 5.700 ekor. Pemeriksaan kesehatan dijadwalkan dilakukan sekitar sepekan sebelum hari pemotongan dengan melibatkan dokter hewan dan paramedis veteriner.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat dan memenuhi syarat syariat maupun kesehatan.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat dan memenuhi syarat syariat maupun kesehatan,” kata Arief Restu di Lubukbasung, Senin (11/5).

Menurutnya, pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, usia, cacat tubuh hingga indikasi penyakit menular. Pemeriksaan rutin dilakukan setiap tahun untuk mencegah hewan tidak layak masuk lokasi penyembelihan.

Tak hanya pemeriksaan sebelum pemotongan, tim juga akan melakukan pengecekan organ dalam setelah penyembelihan di masjid maupun lokasi kurban lainnya.

“Kadang secara fisik terlihat sehat, tapi setelah dipotong ditemukan cacing pita atau penyakit lain pada organ tubuhnya. Kalau ditemukan, organ itu tidak layak dikonsumsi,” ujarnya.

Selain cacing pita, petugas juga mewaspadai sejumlah penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), jembrana, hingga penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD). Arief menilai bencana yang sempat melanda daerah itu pada akhir 2025 tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk berkurban tahun ini.

“Antusias masyarakat tetap tinggi. Ini jadi gambaran kepedulian sosial dan semangat beribadah warga masih kuat,” katanya.

Saat ini, hewan kurban mulai berdatangan ke sejumlah pasar ternak di Agam. Selain berasal dari peternak lokal, pasokan juga datang dari daerah tetangga hingga Provinsi Lampung.

 

Intensifkan Skrining

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar juga mengintensifkan skrining calon hewan kurban dengan memperketat pengawasan lalu lintas ternak dan pemeriksaan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tanahdatar, Roki Martarika mengatakan, tim petugas telah diterjunkan ke pasar ternak maupun lokasi penampungan hewan milik pedagang.

“Kami dari Dinas Pertanian khususnya Bidang Peternakan sudah mulai melakukan pengecekan ke lapangan terkait calon hewan kurban, baik yang ada di pasar ternak ataupun tempat-tempat penampungan lainnya,” ujar Roki saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5).

Selain pemeriksaan fisik secara klinis, Pemkab Tanahdatar juga mewajibkan setiap panitia kurban memastikan ternak memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan dokter hewan berwenang di bawah Dinas Pertanian setempat.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko penyebaran penyakit menular pada ternak yang kerap muncul menjelang hari raya kurban.

Terkait teknis pemotongan, Pemkab Tanahdatar menganjurkan masyarakat memanfaatkan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH). Namun, panitia yang ingin melakukan pemotongan mandiri tetap diperbolehkan dengan syarat mengurus persetujuan lokasi kepada Dinas Pertanian.

Kebijakan itu diterapkan untuk memastikan limbah pemotongan tidak mencemari lingkungan sekitar permukiman warga. Koordinasi pelaksanaan kurban dapat dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan di masing-masing kecamatan.

“Kita ada UPT Puskeswan di beberapa kecamatan untuk melaporkan. Silakan berkoordinasi dengan Puskeswan di wilayah masing-masing apa saja yang disiapkan, baik surat kesehatan hewan maupun lokasi tempat pemotongan,” tambah Roki.

 

Berdasarkan data tahun sebelumnya, kebutuhan hewan kurban di Tanah Datar tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 5.000 ekor atau relatif stabil dibanding tahun lalu. Meski permintaan cukup tinggi, pemerintah daerah memastikan stok ternak lokal masih mencukupi tanpa harus bergantung penuh pada pasokan dari luar daerah.

“Setelah kami tinjau ke lapangan, kebutuhan hewan kurban di Tanah Datar tahun ini mencukupi, diperkirakan mencapai 5.000 ekor ternak, hampir sama dengan tahun sebelumnya,” pungkas Roki. (ptr/cc8)

Editor : Adriyanto Syafril
#sapi kurban #hari raya idul adha