Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Aniaya Ibu Kandung, Pemuda Dirantai Keluarga

Aris Prima Gunawan • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:37 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Seorang pemuda bernama Syahrul Ramadhani, 22, warga Korong Asampulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, terpaksa dirantai dan dikurung oleh keluarganya di dalam rumah. Tindakan itu dilakukan setelah ia berulang kali mengamuk serta melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya sendiri.

Ibu Syahrul, Limarwati, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan anggota keluarga. Ia mengaku pernah menjadi korban penganiayaan oleh anaknya sekitar 15 hari lalu hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dia pulang dari luar sudah bau minyak. Saya marahi, lalu langsung meninju saya sampai hidung berdarah dan saya tidak sadarkan diri hingga dirawat di rumah sakit,” ujarnya, Jumat (22/5).

Menurut Limarwati, perubahan perilaku Syahrul mulai terlihat sejak dua tahun terakhir setelah kecanduan menghirup lem. Ketika lem mulai sulit diperoleh, anaknya kemudian beralih menggunakan pertalite. “Sekarang lebih parah. Dia berusaha keras mendapatkan pertalite itu, kadang menyuruh orang lain membelikannya,” katanya.

Ia menuturkan bahwa pihak keluarga sebenarnya telah beberapa kali berusaha membawa Syahrul menjalani pengobatan dan rehabilitasi. Namun keterbatasan biaya membuat upaya tersebut tidak dapat diteruskan.

“Saya pernah membawanya ke tempat rehabilitasi di Padang, tapi biayanya sekitar Rp3 juta per bulan dan tidak ditanggung BPJS. Kami tidak sanggup,” ucapnya.

Limarwati juga menyebutkan bahwa petugas dari Dinas Sosial dan Puskesmas sempat datang ke rumah mereka untuk melihat kondisi Syahrul. Akan tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut terkait penanganan lebih lanjut.

“Katanya dulu ada rencana membantu pemulihan anak saya, tapi tertunda. Sampai sekarang belum ada lagi yang datang,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu proses pemulihan anaknya agar terbebas dari ketergantungan lem dan pertalite. “Saya ingin anak saya sembuh dan kembali normal. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Padang Ekspres masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak terkait di Pemkab Padangpariaman, yakni Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Padangpariaman. (apg)

Editor : Adriyanto Syafril
#penganiayaan