Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemotongan Hewan Kurban di Pessel Capai 4.602 Ekor

Yoni Syafrizal • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:03 WIB
Terlihat sejumlah sapi kurban yang akan disembelih di Kabupaten Pesisir Selatan pada perayaan Idul Adha 1447 H/2026. (DOK JIMI UNTUK PADEK)
Terlihat sejumlah sapi kurban yang akan disembelih di Kabupaten Pesisir Selatan pada perayaan Idul Adha 1447 H/2026. (DOK JIMI UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan mencatat jumlah pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 mencapai 4.602 ekor. Angka ini menunjukkan peningkatan sebanyak 195 ekor dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 4.407 ekor.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Hamdi, menyebutkan peningkatan ini menjadi indikator meningkatnya partisipasi masyarakat sekaligus mencerminkan kuatnya sektor peternakan di daerah tersebut.

“Total pemotongan hewan kurban tahun ini mencapai 4.602 ekor, terdiri dari sapi jantan 4.336 ekor, sapi betina 34 ekor, kerbau jantan 17 ekor, kerbau betina 24 ekor, serta kambing jantan 191 ekor,” ujar Hamdi saat dihubungi, Jumat (29/5).

Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya total hewan kurban berjumlah 4.407 ekor, dengan rincian sapi 3.782 ekor, kerbau 40 ekor, dan kambing 254 ekor.
Menurut Hamdi, tren kenaikan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat, tetapi juga ditopang oleh ketersediaan ternak lokal yang mencukupi di daerah.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi peternakan yang cukup besar, terutama pada komoditas sapi. Kondisi geografis yang luas serta ketersediaan lahan pakan alami menjadi faktor utama berkembangnya usaha peternakan di wilayah tersebut. “Seluruh kebutuhan sapi kurban di Pessel dipasok dari dalam daerah sendiri. Tidak ada yang didatangkan dari luar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hamdi menambahkan bahwa selain mampu memenuhi kebutuhan lokal, Pesisir Selatan juga menjadi salah satu daerah pemasok sapi kurban untuk wilayah lain di Sumatera Barat. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan ibadah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi strategis bagi daerah.

Dari data rekapitulasi, Kecamatan Lengayang menjadi wilayah dengan jumlah pemotongan sapi jantan tertinggi, yakni 731 ekor. Disusul Kecamatan Sutera sebanyak 542 ekor, Batang Kapas 445 ekor, dan Bayang 379 ekor.

Sementara itu, kecamatan lainnya juga mencatat angka signifikan, yakni Koto XI Tarusan sebanyak 351 ekor dan Ranah Pesisir sebanyak 352 ekor. Hamdi mengimbau para peternak untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak melalui pola pemeliharaan yang baik, termasuk penyediaan pakan berkualitas, pengendalian penyakit, serta pengelolaan reproduksi ternak secara optimal.

Ia juga berharap dukungan semua pihak, baik pemerintah nagari maupun masyarakat, dalam menjaga keberlanjutan sektor peternakan di daerah tersebut.
“Kami berharap potensi besar ini dapat terus dikembangkan sehingga Pessel tidak hanya menjadi daerah swasembada ternak, tetapi juga menjadi sentra peternakan unggulan di Sumatera Barat,” ujarnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#sapi kurban #hari raya idul adha