Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Tiku–Sasak yang Putus Akibat Banjir Dapat Anggaran Rp9,3 Miliar untuk Perbaikan

Putra Susanto • Kamis, 4 Juni 2026 | 06:15 WIB
Bupati Agam Benni Warlis saat meninjau lokasi jembatan putus di Tiku V Jorong, Tanjungmutiara, beberapa waktu lalu. (DOK PEMKAB AGAM)
Bupati Agam Benni Warlis saat meninjau lokasi jembatan putus di Tiku V Jorong, Tanjungmutiara, beberapa waktu lalu. (DOK PEMKAB AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Ruas jalan provinsi Tiku–Sasak yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu akhirnya masuk daftar prioritas penanganan melalui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) 2026. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 9,3 miliar untuk memperbaiki akses vital yang menghubungkan pesisir Kabupaten Agam dengan Pasaman Barat tersebut.

Kerusakan di ruas jalan itu terbilang cukup berat. Selain badan jalan amblas dan putus di sejumlah titik, tiga jembatan utama di kawasan Muaroputuih–Labuhan, Nagari Tiku V Jorong, juga hanyut diterjang banjir, yakni Jembatan Ujung Karang I, Jembatan Ujung Karang II, dan Jembatan Bakung.

Akibatnya, akses masyarakat sempat lumpuh total. Kawasan Subang-subang bahkan terisolasi karena jalur darat tidak dapat dilalui kendaraan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syadefianti, mengatakan Pemkab Agam terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar penanganan ruas jalan tersebut dapat segera direalisasikan.

“Walaupun ruas jalan itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi, Pemkab Agam tetap aktif melakukan koordinasi karena jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Menurut Roza, hingga kini kendaraan roda empat masih harus memutar melalui jalur alternatif yang cukup jauh. Sementara kendaraan roda dua masih memanfaatkan jalur pantai dengan kondisi terbatas dan tidak selalu aman dilalui.

Ia menjelaskan, sejak awal 2023 ruas Duriankapeh–Sasak telah berstatus jalan provinsi sehingga seluruh penanganan berada di bawah kewenangan Pemprov Sumbar melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR).

Untuk penanganan pascabencana tahun ini, ruas Tiku–Sasak menjadi salah satu prioritas penerima dana TKD. Selain itu, anggaran serupa juga dialokasikan untuk ruas Manggopoh–Padanglua, Matur–Palembayan, serta Lubukbasung–Sungailimau.

Meski demikian, Roza menyebut program tersebut saat ini masih berada pada tahap persiapan administrasi dan perencanaan.

“Kami mendapat informasi program TKD masih dalam tahap persiapan administrasi dan perencanaan. Pekerjaan nantinya dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme dan prioritas yang telah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armizoprades sebelumnya menyampaikan pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari dana reguler telah mulai berjalan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumbar, termasuk Palembayan dan Tanjungraya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga tetap melakukan pemeliharaan rutin berupa tambal sulam jalan berlubang serta pembersihan drainase dan bahu jalan untuk menjaga kelancaran akses masyarakat.

Terkait alokasi anggaran Rp 9,3 miliar pada ruas Tiku–Sasak, Pemkab Agam mengaku masih menunggu rincian teknis pekerjaan dari pemerintah provinsi, termasuk kepastian apakah pembangunan kembali tiga jembatan yang hanyut masuk dalam paket penanganan tersebut.

“Untuk detail pekerjaan, termasuk apakah pembangunan jembatan masuk dalam anggaran itu, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak provinsi,” tutup Roza. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
#jalan Tiku Sasak #jalan rusak Agam #jembatan hanyut Tiku #pemprov sumbar #TKD 2026