PADEK.JAWAPOS.COM -- Rencana pembangunan Fly Over Padanglua di perbatasan Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi terus bergerak. Proyek senilai sekitar Rp 182 miliar itu dipastikan tetap dilanjutkan tanpa merelokasi Pasar Padanglua yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepastian tersebut menjadi kabar penting bagi pedagang dan warga yang sebelumnya khawatir pembangunan jalan layang akan berdampak pada keberadaan pasar tradisional tersebut.
Anggota DPR RI Andre Rosiade menegaskan, pembangunan fly over hanya akan disertai penyesuaian pada beberapa bagian tertentu sehingga pasar tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
“Pembangunan fly over tidak akan memindahkan Pasar Padanglua. Yang dilakukan hanya penyesuaian posisi agar pasar tetap berfungsi dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Fly over tersebut dirancang sebagai solusi mengurai kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama di kawasan Padanglua.
Selain memperlancar arus kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang maupun sebaliknya, keberadaan jalan layang juga diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada titik perlintasan yang selama ini dikenal padat.
Meski mendukung pembangunan infrastruktur strategis itu, Pemerintah Kabupaten Agam meminta seluruh tahapan pelaksanaan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Bupati Agam Benni Warlis menegaskan, pemerintah daerah tidak menolak pembangunan fly over sepanjang tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan tidak mengakibatkan relokasi Pasar Padanglua.
Selain itu, pemerintah daerah meminta dilakukan pendataan dan verifikasi secara menyeluruh terhadap bangunan yang berpotensi terdampak proyek tersebut agar hak masyarakat tetap terlindungi.
Dalam waktu dekat, pendataan dan verifikasi bangunan terdampak akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat bersama Balai Teknik Perkeretaapian dan Pemerintah Kabupaten Agam.
Sebelumnya, Jumat (5/6), Bupati Agam Benni Warlis menghadiri rapat koordinasi rencana pembangunan Fly Over Padanglua di aula BPJN Sumatera Barat, Padang.
Pertemuan itu turut dihadiri Andre Rosiade, Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang Hendrialdi, serta sejumlah pejabat terkait. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril