Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Serap Aspirasi Disabilitas, Perkuat Pengawasan Pemilu Inklusif

Yoni Syafrizal • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:45 WIB
Ketua Pertuni Pessel, Suherman (dua dari kanan) saat dikunjungi anggota Bawaslu Pessel. (DOK Bawaslu Pessel)
Ketua Pertuni Pessel, Suherman (dua dari kanan) saat dikunjungi anggota Bawaslu Pessel. (DOK Bawaslu Pessel)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus mengoptimalkan penguatan demokrasi inklusif dengan menjaring masukan dari kelompok disabilitas.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan konsolidasi de­mokrasi bersama Ketua Per­sa­tuan Tunanetra Indonesia (Per­tu­ni) Pessel, Suherman, di kediaman­nya di Painan, Kamis (11/6).

Anggota Bawaslu Pessel, Bambang Putra Niko, saat dihubungi Jumat (12/6), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Bawaslu da­lam menghimpun berbagai masukan dari masyarakat, khu­susnya kelompok disabilitas, guna meningkatkan kualitas pengawasan pemilu ke depan.

Ia menegaskan bahwa perspektif dari kelompok disabilitas sangat penting dalam menciptakan sistem demokrasi yang benar-benar inklusif.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pemilu dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Karena itu, kami terus membuka ruang dialog, menerima saran, dan menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk kelompok disa­bilitas,” ujar Bambang.

Menurutnya, konsolidasi tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu dalam memperbaiki berbagai aspek penyelenggaraan pemilu, mulai dari tahapan sosialisasi, kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan suara.

Ia menambahkan, Bawas­lu berkomitmen untuk terus menghadirkan pengawasan pemilu yang tidak hanya tran­sparan dan akuntabel, tetapi juga adil dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Konsolidasi demokrasi ini kami lakukan secara berkelanjutan agar setiap kekurangan pada pemilu sebelumnya da­pat diperbaiki. Tujuannya ada­lah menghadirkan pemilu ya­ng lebih berkualitas, partisipatif, dan memberikan keseta­raan hak bagi semua warga negara,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim konsolidasi Bawaslu terdiri dari Bambang Putra Niko dan Nurmaidi, didampingi Kepala Sekretariat Rinaldi bersama staf.

Ketua Pertuni Pessel, Suherman, menyambut baik la­ngkah yang dilakukan Bawaslu tersebut.

Saat dihubungi secara terpisah, ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Pemilu 2024 telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

Ia menekankan pentingnya peningkatan akses informasi bagi kelompok disabilitas, khu­susnya pada tahapan kampa­nye.

Menurutnya, penyandang disabilitas membutuhkan metode penyampaian informasi yang lebih ramah dan mudah diakses agar dapat memahami visi, misi, serta program peserta pemilu secara utuh.

“Kelompok disabilitas ha­rus mendapatkan akses informasi yang setara. Dengan informasi yang memadai, kami bisa menentukan pilihan secara tepat sebagai bagian dari hak konstitusional,” kata Suherman.

Selain itu, ia juga mengu­ngkapkan bahwa pada Pe­milu 2024 lalu, kelompok disabilitas telah berperan aktif secara independen dengan melakukan peninjauan ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan aksesibilitas serta mendorong peningkatan partisipasi pemilih disabilitas.

Menurut Suherman, beberapa indikator penting yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut antara lain ketersediaan akses menuju TPS, ketinggian bilik suara bagi pengguna kursi roda, serta kualitas pelayanan petugas terhadap pemilih disabilitas.

Ia berharap ke depan, ko­laborasi antara Bawaslu dan ke­lompok disabilitas dapat te­rus diperkuat sehingga setiap kebijakan dan pelaksanaan pemilu benar-benar mempertimbangkan kebutuhan semua pihak.

Di sisi lain, Anggota Bawaslu Pessel, Nurmaidi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam penguatan demokrasi.

Ia menilai masukan dari kelompok disabilitas menjadi referensi penting dalam menciptakan pemilu yang lebih aksesibel dan berkeadilan.

“Bawaslu berkomitmen un­tuk terus membuka ruang partisipasi bagi semua pihak. Setiap masukan yang diberikan akan menjadi bahan eva­lua­si dalam meningkatkan kua­litas pe­nga­wa­san dan pe­nye­lenggaraan pe­milu yang lebih inklusif di masa mendatang,” jelasnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#Bawaslu Pessel