PADEK.JAWAPOS.COM -- Ribuan warga Kota Padang memadati Lapangan Kantor Camat Pauh, Kecamatan Pauh, Sabtu (13/6) malam, untuk menghadiri pergelaran Gema Hijriah Minangkabau 2026. Kegiatan yang diinisiasi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, M. Iqra Chissa, itu menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui syiar keagamaan, pelestarian budaya Minangkabau, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui dana aspirasi pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar. Sejak sore hingga malam hari, masyarakat disuguhi berbagai rangkaian acara mulai dari pawai budaya, tabligh akbar, hingga penampilan artis religi nasional.
Ribuan warga mendapatkan siraman rohani melalui tausiah yang disampaikan Buya H. Drs. Syafwan Diran. Suasana semakin semarak dengan penampilan Khairat KDI yang membawakan sejumlah lagu bernuansa religi.
Puncak acara terjadi saat Ustad Hadad Alwi tampil membawakan lagu-lagu salawat yang populer di tengah masyarakat. Ribuan jamaah larut dalam suasana religius dengan ikut bernyanyi bersama membawakan lagu-lagu seperti “Yaa Sayyidi Ya Rasulullah”, “Rindu Muhammadku”, “Ya Thaybah”, dan sejumlah lagu lainnya.
Dalam sambutannya, Muhammad Iqra Chissa mengatakan Gema Hijriah Minangkabau digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat melalui salawat dan kegiatan keagamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Kita berkumpul di tengah kondisi krisis global agar dapat membantu masyarakat. Kita ingin UMKM di sekitar Pauh ini bergerak dan tumbuh. Melalui momentum Tahun Baru Hijriah, masyarakat harus bahu-membahu karena kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Strateginya adalah kolaborasi bersama-sama,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Ia mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima informasi di tengah berbagai tantangan global yang dapat memengaruhi persatuan bangsa.
“Krisis ekonomi saat ini membuat negara-negara luar berharap kita hancur, tidak hanya melalui perang, tetapi juga melalui perpecahan dan propaganda. Karena itu masyarakat harus pintar menyaring informasi,” katanya.
Iqra menjelaskan, Gema Hijriah Minangkabau tidak hanya menampilkan syiar Islam, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau melalui pawai budaya yang diikuti siswa SD dan SMP se-Kecamatan Pauh. Para peserta mengenakan pakaian adat Minangkabau dalam pawai yang juga diperlombakan tersebut.
“Pawai dengan pakaian adat ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Tahun Baru Islam. Adat Minangkabau yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tidak boleh ditinggalkan dalam memperingati Tahun Baru Islam. Kehadiran Hadad Alwi dengan lagu-lagu salawat juga mengingatkan masyarakat bahwa Rasulullah adalah obat hati,” ungkapnya.
Melihat antusiasme masyarakat, Iqra berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan dan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan di Kota Padang.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dapat digelar bergilir di 11 kecamatan di Kota Padang, karena saya merupakan wakil masyarakat Kota Padang di DPRD Provinsi Sumbar,” ujarnya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi berbagai program pokir yang telah direalisasikan Iqra Chissa di Kota Padang, termasuk kegiatan Gema Hijriah Minangkabau dan program bedah rumah.
Fadly mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum introspeksi diri dengan meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW yang membawa perubahan bagi umat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Padang juga terus mendorong pembangunan karakter generasi muda melalui Program Smart Surau yang menyasar siswa SD dan SMP.
“Smart Surau bertujuan mengisi iman dan takwa anak-anak kita. Karena anak-anak tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Program ini diisi dengan kegiatan Subuh Mubarakah dan aktivitas remaja masjid yang mulai dijalankan tahun ini,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, menyampaikan apresiasi kepada Iqra Chissa yang telah mempercayakan penyelenggaraan kegiatan kepada Dinas Kebudayaan Sumbar.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Kita di Sumbar menjunjung tinggi falsafah ABS-SBK. Melalui Gema Hijriah Minangkabau, nilai-nilai agama dan syarak diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang nyata,” ujarnya.
Ketua Panitia Gema Hijriah Minangkabau yang juga Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. David, S.STP, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual hijrah sekaligus penegasan jati diri masyarakat Minangkabau yang berlandaskan falsafah ABS-SBK.
“Kegiatan ini menjadi wadah syiar Islam yang berpadu dengan pelestarian budaya lokal, penguatan karakter generasi muda, serta penguatan ekonomi umat melalui sektor UMKM,” katanya.
Sebelum puncak acara malam hari, panitia juga menggelar kirab budaya yang diikuti 29 sekolah dari berbagai SD dan SMP di Kecamatan Pauh. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan keseimbangan antara kecerdasan, spiritualitas, dan pelestarian budaya sejak usia dini, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Sumbar, Kepala Balai Bahasa Sumbar, kepala OPD Kota Padang, sejumlah anggota DPRD Kota Padang, Camat Pauh, serta lurah se-Kecamatan Pauh. (wni)
Editor : Adriyanto Syafril