Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Tanahdatar Tegaskan Seluruh Faskes Wajib Layani Pasien Tanpa Membedakan Status

Safrizal Putra • Jumat, 19 Juni 2026 | 07:19 WIB
Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Tanahdatar Semester I Tahun 2026 berlangsung serius di Emersia Hotel Batusangkar, Kamis (18/6). (DOK PEMKAB TANAHDATAR)
Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Tanahdatar Semester I Tahun 2026 berlangsung serius di Emersia Hotel Batusangkar, Kamis (18/6). (DOK PEMKAB TANAHDATAR)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Peme­rin­tah Kabupaten Tanahdatar ber­­­sama BPJS Kesehatan mem­­perkuat sinergi untuk me­­mas­tikan masyarakat mem­peroleh layanan kesehatan yang ber­kualitas, mudah diakses, dan bebas dari praktik diskriminasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Tanahdatar Semester I Tahun 2026 di Emersia Hotel Batusangkar, Kamis (18/6).

Forum tersebut dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh Defiyanna Sayodase, Kepala BPJS Kesehatan Batusangkar Syaf­rudin, Kepala Bappeda Litbang Tanahdatar Adriyanti Rustam, Kepala BPKD Audia Savitri, Sekretaris BKPSDM Yayuk Yusnitasari, Sekretaris Dinas Kesehatan, perwakilan rumah sakit swasta, puskesmas, serta organisasi perangkat daerah terkait.

Mewakili Bupati Tanahdatar, Plt Asisten Administrasi Umum Setda Tanahdatar Dedi Tri Widono menegaskan forum tersebut memiliki peran strategis karena menyangkut pemenuhan hak da­sar masya­rakat di bidang kesehatan.

“Forum ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita berdiskusi dan mengevaluasi pelayanan kesehatan di 32 fasili­tas kesehatan yang ada di K­a­bu­paten Tanahdatar. Tujuannya memastikan ma­syarakat memperoleh la­ya­nan kesehatan yang ber­kualitas dan mudah diakses,” ujar Dedi.

Dia menekankan pentingnya optimalisasi sistem rujukan dan distribusi obat agar ma­syarakat tidak lagi menghadapi hambatan saat berobat.

Pemkab, kata dia, tidak menginginkan adanya pa­sien yang harus pulang karena kendala pelayanan maupun terbebani biaya tam­ba­han di luar skema yang berlaku.

“Kita ingin masyarakat men­dapatkan pelayanan ya­ng optimal. Jangan sampai ada pasien yang harus pulang terlebih da­hulu karena kendala pelayanan atau harus menanggung biaya tambahan untuk memperoleh obat yang dibutuhkan,” tegasnya.

Dedi juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan dan petugas administrasi agar me­ngedepankan pe­laya­nan yang humanis, ramah, dan penuh empati kepada pasien.

“Bagi kita yang berada di garda terdepan pelayanan, se­nyum kita sudah bagian dari obat. Ada energi positif yang dapat kita tularkan sebelum pasien menerima pe­ngobatan medis,” katanya.

Lebih jauh, Dedi menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Tanahdatar wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh warga tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status sosial.

“Masih banyak ma­sya­rakat yang datang berobat dengan keterbatasan eko­nomi. Jangan sampai ada penolakan ataupun perla­kuan yang membedakan dalam pelayanan. Pastikan setiap warga mendapatkan haknya untuk memperoleh layanan ke­se­hatan yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BP­JS Kesehatan Batusangkar Syafrudin mengapresiasi du­ku­ngan Pemerintah Kabupa­ten Tanahdatar dalam me­nyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Forum kemitraan ini me­rupakan bukti nyata sinergi antara BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku ke­pen­ti­ngan dalam memastikan pela­yanan kesehatan yang bermutu dan ber­kualitas bagi ma­syarakat,” kata Syafrudin.

Menurutnya, forum ter­sebut menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi pasien maupun fasilitas kesehatan, sekaligus mencari solusi bersama guna mening­katkan mutu layanan.

“Kami menyadari masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Karena itu, forum ini menjadi wadah untuk membahas hambatan dan mencari solusi terbaik demi peningkatan kualitas pela­yanan kesehatan,” ujar­nya.

Syafrudin menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan JKN membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, tidak hanya BPJS Kesehatan.

“Keberhasilan penyele­ng­garaan JKN tidak hanya ditentukan oleh BPJS Kesehatan, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan ma­sya­rakat,” imbuhnya.

Berdasarkan data BPJS Ke­sehatan, Kabupaten Ta­nah­da­tar saat ini didukung oleh 28 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), terdiri dari 23 pus­kesmas serta lima klinik dan praktik dokter mandiri. Jaringan layanan tersebut diperkuat oleh empat rumah sakit rujukan.

Untuk cakupan kepesertaan JKN, Tanahdatar telah mencapai 95,56 persen atau lebih dari 367 ribu jiwa dari total sekitar 384 ribu penduduk. Peserta tersebut berasal dari berbagai segmen pembiayaan, baik yang ditanggung APBD maupun APBN. (cc8)

Editor : Adriyanto Syafril
#BPJS Kesehatan Tanahdatar #Layanan Kesehatan Batusangkar #Pasien JKN #Faskes Tanahdatar #Pemkab Tanahdatar