Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kucurkan Puluhan Miliar, Pemkab Agam Kebut Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Putra Susanto • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:25 WIB
Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah bersama jajaran Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian usai Rapat Koordinasi Lingkup Pertanian Kabupaten Agam di Lubukbasung, Rabu (17/6). (DOK PEMKAB AGAM)
Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah bersama jajaran Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian usai Rapat Koordinasi Lingkup Pertanian Kabupaten Agam di Lubukbasung, Rabu (17/6). (DOK PEMKAB AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hid­ro­me­teo­rologi yang melanda daerah itu pada November 2025. Berbagai program rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, hingga peremajaan per­ke­bu­nan dengan total dukungan mencapai puluhan miliar rupiah kini tengah digencarkan untuk mengembalikan pro­duktivitas pertanian se­kali­gus mendukung target swasembada pangan nasional.

Hal itu disampaikan Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah saat membuka Rapat Koordinasi Lingkup Pertanian Kabupaten Agam di Lubukbasung, Rabu (17/6). Menurut Benni, bencana yang melanda Agam tahun lalu tidak hanya merusak lahan pertanian dan usaha peternakan, tetapi juga menghantam infrastruktur pertanian serta alat dan mesin pertanian yang menjadi penopang pro­duksi masyarakat.

“Kerusakan ini berdam­pak langsung terhadap pro­duksi pertanian dan kondisi ekonomi petani. Namun ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangkitkan kem­bali sektor pertanian Agam,” ujarnya.

Benni menjelaskan, upaya pemulihan mendapat duku­ngan besar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Kabupaten Agam memperoleh bantuan sekitar Rp 29 miliar melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi untuk berbagai program rehabilitasi dan optimasi lahan.

Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi lahan sa­wah seluas 311 hektare, optimasi lahan 387 hektare, pembangu­nan 35 dam parit, 53 unit irigasi perpompaan, 27 unit irigasi perpipaan, rehabilitasi dua jalan usa­ha tani, serta pemeliharaan 21 jaringan irigasi tersier.

Tak hanya itu, pemerintah pusat juga melanjutkan program optimasi lahan nonrawa seluas 1.000 hektare dan menyetujui tambahan rehabilitasi sawah 250 hektare serta pemeliharaan 60 jaringan irigasi tersier.

Di sektor perkebunan, Agam juga menerima duku­ngan besar berupa bantuan bibit kayu manis, kopi, tebu, dan kelapa. Bahkan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mengalokasikan dana Rp 43 miliar untuk program peremajaan sawit rakyat seluas 250 hektare.

Sementara pada sektor ta­naman pangan dan hortikultura, bantuan yang di­teri­ma meliputi benih padi, ja­­gu­ng, cabai merah, kenta­ng, bawang, du­rian, hingga berbagai sarana dan prasarana pascapanen.

Benni menegaskan keberhasilan program pemulihan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga penyuluh pertanian dan petani.

Ia juga mengingatkan pen­tingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian, meski kini secara administrasi berada di bawah peme­rintah pusat.

“Status kepegawaian bo­leh berubah, tetapi pengabdian kepada petani Agam harus tetap menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Agam berharap percepatan pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal sehingga target swasembada pangan sekaligus pe­ni­ng­katan kesejahteraan pe­tani dapat segera terwujud. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
#Rehabilitasi Lahan #perbaikan irigasi #sektor pertanian #pemkab agam