Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prioritaskan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Bupati Welly Siapkan Skema Dukungan

Willian. • Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:30 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery memimpin rapat pengurus YAPPAT di Aula TP PKK Pasaman, Jumat (19/6). Dalam pertemuan itu, Bupati menyoroti keterbatasan anggaran yayasan dan mengusulkan pembentukan jaringan donatur tetap untuk mendukung pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pasaman. (WILIAN/PADEK)
Bupati Pasaman Welly Suhery memimpin rapat pengurus YAPPAT di Aula TP PKK Pasaman, Jumat (19/6). Dalam pertemuan itu, Bupati menyoroti keterbatasan anggaran yayasan dan mengusulkan pembentukan jaringan donatur tetap untuk mendukung pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pasaman. (WILIAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Yayasan Penyelenggara Pendidikan Anak-Anak Tuna (YAPPAT) Pasaman mendapat perhatian serius dari Bupati Pasaman Welly Suhery. Dalam rapat pengurus YAPPAT, Jumat (19/6), orang nomor satu di Pasaman ini bahkan mengusulkan adanya donatur tetap dari kalangan pejabat daerah untuk memastikan keberlangsungan pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pasaman.

Menurut Bupati Welly, YAP­PAT bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi menjadi benteng perlindungan sekaligus harapan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Ka­bupaten Pasaman. Karena itu, keberadaan yayasan tersebut tidak boleh dibiarkan mengha­dapi persoalan terutama da­lam persoalan pendanaan yang ditanggung  sendirian oleh yayasan.

“YAPPAT ini adalah pelindung anak-anak kita yang ber­kebutuhan khusus. Mereka membutuhkan perhatian dan dukungan dari semua pihak. Jangan sampai keterbatasan anggaran menghambat hak mereka untuk mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang layak,” tegas Bupati Welly saat memimpin rapat pengurus YAPPAT di Aula TP PKK Pasaman lantai 2 Kantor Bupati.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Pasaman Lusi Welly Suhery, pengurus yayasan, jajaran Dinas Pendidikan, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu, pe­ngurus yayasan memaparkan berbagai kendala yang dihadapi, terutama menyangkut keterbatasan dana operasional dan program pembinaan bagi anak-anak berkebutuhan khu­sus. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pelayanan pendidikan dan pendampi­ngan yang selama ini diberikan YAPPAT.

Menyikapi hal itu, Bupati Welly mendorong pengurus yayasan untuk segera membangun sistem pendanaan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang diusulkannya adalah me­nggandeng donatur tetap dari berbagai kalangan, termasuk aparatur pemerintah daerah.

“Harus ada kesepakatan bersama untuk membantu yayasan ini. Misalnya, bagaimana para pejabat eselon II dan kepala OPD bisa ikut menjadi donatur tetap. Kalau setiap kepala OPD menyisihkan minimal Rp50 ribu per bulan, itu sudah menjadi bentuk ke­pe­dulian yang sangat berarti bagi anak-anak kita di YAPPAT,” ujarnya.

Bupati yang pernah berkecimpung dilegislatif dua periode ini menegaskan, perhatian terhadap penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan semata, tetapi harus diwujudkan melalui du­kungan konkret. Ia juga meminta YAPPAT terus be­rinovasi menghadirkan konsep pembelajaran yang menye­na­ng­kan, ramah, dan mampu mengemba­ngkan potensi anak-anak secara optimal.

“Kita ingin anak-anak ber­kebutuhan khusus ini tumbuh de­ngan rasa percaya diri, merasa dihargai, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, YAPPAT harus terus bergerak, ber­kembang, dan menjadi rumah yang membahagiakan bagi mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pe­ngawas YAPPAT Pasaman, Mus­lim, mengakui bahwa persoa­lan pendanaan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi yayasan. Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para siswa penyandang disabilitas yang menempuh pendidikan di ba­wah nau­ngan YAPPAT.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berjuang membina dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di Pasaman,” ujarnya.

Diketahui, YAPPAT merupakan yayasan pendidikan khu­sus swasta yang mengelola Se­kolah Luar Biasa (SLB) se­kaligus fasilitas asrama bagi penyandang disa­bilitas di Ka­bu­paten Pasaman. Lembaga yang berlo­kasi di Jalan Ah­mad Yani No.17, Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Si­kapi­ng itu selama ini menjadi salah satu tumpuan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di daerah tersebut. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pemkab pasaman