Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pendidikan Pessel di Zona Merah, Peringkat 18 dari 19 di Sumbar

Yoni Syafrizal • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:30 WIB
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyampaikan arahan di hadapan ratusan guru dan kepala sekolah saat kegiatan Refleksi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Tahun 2025/2026 di Painan Convention Centre (PCC), Selasa (23/6).  (DOK DISKOMINFO)
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyampaikan arahan di hadapan ratusan guru dan kepala sekolah saat kegiatan Refleksi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Tahun 2025/2026 di Painan Convention Centre (PCC), Selasa (23/6). (DOK DISKOMINFO)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Rendahnya capaian mutu pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjadi sorotan serius. Berdasarkan hasil pengukuran indikator pendidikan tahun 2026, daerah ini berada di peringkat ke-18 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat dalam capaian literasi dan numerasi.

Kondisi tersebut mendorong Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengajak seluruh guru dan kepala sekolah menjadikan capaian itu sebagai alarm sekaligus momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

“Peringkat kita saat ini merupakan alarm bagi semua pihak. Jangan saling menyalahkan, tetapi jadikan ini sebagai motivasi untuk bangkit dan memperbaiki keadaan,” tegas Hendrajoni saat membuka kegiatan Refleksi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Tahun 2025/2026 terkait capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 di Painan Convention Centre (PCC), Selasa (23/6).

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Pesisir Selatan. Menurut Hendrajoni, capaian yang masih berada di papan bawah harus menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus cambuk untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Ia menegaskan bahwa kepala sekolah dan guru memegang peran strategis dalam menentukan masa depan generasi daerah.

Karena itu, para pendidik tidak ha­nya dituntut meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga mem­ba­ngun karakter dan daya saing generasi muda. “Kita tidak hanya mengejar ke­cerdasan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak, disiplin, dan berdaya saing. Tinggalkan warisan kinerja yang baik melalui lahirnya siswa yang unggul,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam dunia pendidikan. Seluruh jajaran pendidikan diminta bekerja dengan disiplin, kompak, dan penuh tanggung jawab. “Saya minta kepala sekolah fokus bekerja, jalankan amanah dengan hati nurani, dan hindari hal-hal yang dapat merusak kepercayaan masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan refleksi dan evaluasi tersebut, Hendrajoni berharap tena­ga pendidik memperoleh energi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga Pesisir Selatan mampu keluar dari posisi terbawah dan bersaing di tingkat provinsi. “Kalau kita be­kerja sungguh-sungguh dan bersatu, saya yakin pendidikan Pesisir Selatan akan bangkit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendi­dikan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menyebut kondisi mutu pendidikan saat ini menjadi keprihatinan bersama yang membutuhkan kerja kolektif seluruh pemangku kepenti­ngan. “Guru dan kepala sekolah harus tetap semangat, kompak, dan disiplin. Mutu pendidikan hanya bisa ditingkatkan jika semua ber­gerak bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, berbagai upaya peningkatan kapasitas tenaga pendi­dik telah dilakukan melalui bimbingan teknis pada semester pertama dan ke­dua. Karena itu, tidak ada alasan bagi tenaga pendidik untuk tidak menjalankan tugas secara optimal. “Pertemuan ini kita jadikan sebagai titik balik. Mari kita bangkit, perbaiki proses pembelajaran, dan hadirkan perubahan nyata di se­kolah masing-masing,” ujarnya.

Menurut Salim, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan intervensi yang serius, terukur, dan berkelanjutan, terutama pada proses pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan refleksi dan eva­lu­asi tersebut juga dihadiri unsur BKPSDM, Inspektorat Daerah, Bapedalitbang, pengawas sekolah, serta pejabat teknis pendidikan di lingkungan Peme­rintah Kabupaten Pesisir Selatan. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#Pendidikan Pessel