Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bupati Welly: Keluarga Benteng Utama Hadapi Era Digital

Willian. • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:30 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Pasaman H. Parulian menyerahkan penghargaan dari Provinsi kepala Dinas DP32KB, Furkan di halaman Kantor Bupati Pasaman, Lubuksikaping, Senin (29/6) (DOK PEMKAB PASAMAN)
Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Pasaman H. Parulian menyerahkan penghargaan dari Provinsi kepala Dinas DP32KB, Furkan di halaman Kantor Bupati Pasaman, Lubuksikaping, Senin (29/6) (DOK PEMKAB PASAMAN)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Di tengah derasnya arus digitalisasi dan berba­gai tantangan sosial yang semakin kompleks, keluarga dinilai harus kembali menjadi fondasi utama da­lam membentuk gene­rasi ber­­­­kua­litas. Pesan tersebut di­sam­pai­kan Bupati Pasaman, Wel­ly Suhery, saat me­mim­pin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kabupaten Pasaman di halaman Kantor Bupati Pasaman, Lu­buk­si­kapi­ng, Senin (29/6).

Pada upacara yang berlangsung khidmat itu, Bupati Welly membacakan pidato tertulis Men­teri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa arah ke­bijakan pembangunan keluarga saat ini telah bergeser, tidak lagi se­mata berfokus pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati Welly menjelaskan bahwa masyarakat saat ini hidup di era VUCA ( Volatility, Uncertainty, Complexity , dan Ambi­guity ), yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, keti­dakpastian, kompleksitas, dan sulitnya memprediksi arah per­kem­bangan zaman.

“Disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai-nilai sosial kini masuk tanpa permisi ke rua­ng keluarga melalui gawai yang berada di tangan anak-anak kita. Jika keluarga rapuh, arus perubahan ini akan dengan mudah menggerus masa depan generasi penerus,” ujarnya.

Menurutnya, ketangguhan keluarga bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan mendesak sekaligus prioritas nasional dalam menghadapi tantangan zaman.

Bupati Welly juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang muncul akibat perkembangan teknologi, mulai dari paparan konten negatif, penyebaran paham radikalisme, hingga melemahnya komunikasi antaranggota keluarga karena kecanduan gawai.

“Kita menghadapi ancaman yang tidak ha­nya bersifat fisik, tetapi juga infiltrasi digital yang dapat merusak tatanan so­sial dari dalam rumah. Ini tidak bo­leh dibiarkan,” tegasnya.

Sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga, Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pe­ngendalian Penduduk, dan Ke­luarga Berencana (DP3A2KB) kem­bali menggaungkan gerakan ”Kembali ke Meja Makan, Berbicara dengan Anggota Keluarga”.

Melalui gerakan tersebut, Bupati Welly mengajak seluruh orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas bersama anak-anak, membangun komunikasi yang hangat, serta menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan budi pekerti sejak dini.

“Keluarga harus menjadi benteng pertama dan utama da­lam membentuk karakter anak,” ka­tanya.

Bupati Welly juga me­negaskan bahwa ta­nggung jawab pengasuhan tidak hanya berada di pundak seorang ibu. Peran ayah, menurutnya, sangat menentukan tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak. Untuk itu ia menekankan “Ayah harus hadir”.

“Kedekatan emosional serta kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, menjadi faktor penting dalam membentuk kepribadian anak. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless , di mana ayah hanya hadir secara fisik tetapi tidak hadir dalam perhatian dan kasih sayang,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati kembali mengingatkan pen­tingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat, melainkan fondasi dari seluruh kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat, harmonis, cerdas, dan berkarakter agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal.

“Mari cintai keluarga dengan cinta yang terencana, sehingga lahir keluarga berkualitas yang mam­pu mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pemkab pasaman