Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Implementasi Perda Ketahanan Keluarga Mendesak

Willian. • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:40 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/6). Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mendesak percepatan implementasi Perda Ketahanan Keluarga sebagai fondasi membangun Generasi Emas 2045. (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/6). Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mendesak percepatan implementasi Perda Ketahanan Keluarga sebagai fondasi membangun Generasi Emas 2045. (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Gubernur Sumate­ra Barat, Mahyeldi Ansharullah, men­desak percepatan implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ke­ta­ha­nan Keluarga sebagai langkah strate­gis menghadapi tingginya persoalan keluarga sekaligus menyiapkan Generasi Emas 2045. Menurutnya, regulasi yang telah dimiliki Pemprov Sumbar tidak boleh berhenti sebagai dokumen, tetapi harus segera diwujudkan melalui aturan turunan dan program nyata di la­pa­ngan.

Penegasan itu disampaikan Mah­yeldi saat memimpin Upacara Pe­ringa­tan Hari Keluarga Nasional (Harga­nas) ke-33 Tahun 2026 di La­pa­ngan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/6).

Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumbar telah memiliki Perda tentang Ketahanan Keluarga sebagai bentuk komitmen membangun keluarga yang berkualitas. Namun, hingga kini regulasi tersebut masih membutuhkan aturan pelaksana agar dapat diimplementasikan secara maksimal.

“Kita sudah memiliki Perda Ketahanan Keluarga. Sekarang yang diperlukan adalah implementasi yang maksimal. Jangan sampai regulasi hanya menjadi dokumen, sementara persoalan keluarga masih terus meningkat,” tegas Mahyeldi.

Ia menilai tingginya angka perceraian di Sumbar menjadi salah satu indikator bahwa ketahanan keluarga masih menghadapi tantangan serius. Karena itu, Mahyeldi meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), bersama BKKBN serta instansi terkait lainnya segera menuntaskan seluruh regulasi turunan sebagai dasar pelaksanaan program.

Menurut Mahyeldi, membangun keluarga berkualitas bukan hanya menjadi tanggung jawab peme­rin­tah, tetapi juga merupakan ama­nah agama dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Keluarga, katanya, ha­rus menjadi benteng utama dalam me­lindungi generasi muda dari berbagai ancaman, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga berba­gai bentuk perilaku menyimpang.

Selain itu, Gubernur juga mendorong penguatan pendidikan keluarga sejak dini. Pembekalan mengenai kehidupan berumah tangga, menurutnya, tidak cukup diberikan menjelang pernikahan, tetapi perlu dikenalkan sejak masa sekolah hi­ngga perguruan tinggi sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis pada masa mendatang.

Karena itu, Mahyeldi mengajak seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan to­koh masyarakat memperkuat pen­­didikan karakter, keta­hanan mental, serta nilai-nilai keaga­maan di ling­kungan keluarga.

“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka keluarga harus menjadi prioritas. Mari kita jaga keluarga kita masing-masing, memperkuat pendidikan karakter, keimanan, dan keteladanan agar lahir generasi Sumatera Barat yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Usai memimpin upacara, Mah­yeldi menyerahkan penghargaan kepada para pemenang ASN Model Ketaha­nan Keluarga di ling­kungan Pemprov Sumbar. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada aparatur sipil negara yang dinilai mampu menjadi teladan dalam membangun ke­luarga yang harmonis, berkualitas, dan berketa­hanan, sekaligus diharapkan da­pat menginspirasi ASN lainnya.

Mahyeldi menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas keluarga sebagai lingkungan pertama pembentuk karakter generasi penerus bangsa. Ia pun mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat ke­taha­nan keluarga demi melahirkan ge­nerasi yang sehat, berakhlak mulia, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#Hari Keluarga Nasional (Harganas)