PADEK.JAWAPOS.COM -- Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam agar memacu kinerja memasuki semester kedua tahun anggaran 2026. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera mengevaluasi capaian program dan memastikan target pembangunan dapat dituntaskan hingga akhir tahun.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat memimpin apel gabungan OPD di halaman Kantor Bupati Agam, Senin lalu (6/7). Menurut Benni, pertengahan tahun menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan program yang telah direncanakan. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar berbagai kendala dapat segera diatasi.
“Memasuki pertengahan tahun ini, mari kita evaluasi bersama apa yang telah kita kerjakan dan memastikan seluruh target yang telah direncanakan dapat diwujudkan sampai akhir tahun anggaran,” ujarnya.
Bupati menekankan, seluruh ASN memiliki tujuan yang sama meski bertugas di OPD berbeda. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antarlembaga harus terus diperkuat demi menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Ia menyebut, sekitar 7.534 ASN yang dimiliki Pemkab Agam merupakan kekuatan besar yang harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Kita adalah satu tubuh Pemerintah Kabupaten Agam. Apa pun tugas dan posisi kita, semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Benni menilai keberhasilan pemerintah daerah menjaga roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain mendorong peningkatan kinerja, Bupati juga mengajak ASN membangun etos kerja yang dilandasi nilai-nilai spiritual. Menurutnya, pekerjaan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga harus diniatkan sebagai ibadah sehingga melahirkan tanggung jawab, integritas, dan kedisiplinan.
“Kalau kita bekerja hanya karena fasilitas yang tersedia, itu adalah kerja yang biasa. Tetapi ketika pekerjaan kita niatkan sebagai ibadah, maka akan lahir semangat spiritual yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kedisiplinan menjalankan salat,” tegasnya. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril