PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten Pasaman mempercepat pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Bajak Sawah Gratis melalui pengukuhan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Senin (6/7). Brigade tersebut menjadi ujung tombak pengelolaan bantuan alsintan senilai Rp7 miliar dari Kementerian Pertanian RI untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini membebani petani.
Pengukuhan Brigade Alsintan dilakukan Bupati Pasaman Welly Suhery saat apel organik Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Pasaman. Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati H. Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, staf ahli, kepala OPD, camat, wali nagari serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Pembentukan Brigade Alsintan merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan melalui penguatan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Dalam arahannya, Bupati Welly menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis bagi Kabupaten Pasaman. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor pertanian menyumbang sekitar 46,18 persen terhadap perekonomian daerah, sementara 55,5 persen angkatan kerja menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.
“Ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan program yang mampu meningkatkan produksi, produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Barat, lanjutnya, Kabupaten Pasaman juga berkontribusi memenuhi kebutuhan beras untuk daerah tetangga, seperti Provinsi Riau dan Sumatera Utara.
Kabupaten Pasaman memiliki lahan sawah seluas sekitar 16.166 hektare. Dalam dua tahun terakhir, produksi padi mencapai lebih dari 130 ribu ton gabah kering giling (GKG). Produktivitas rata-rata pada 2024 tercatat 4,4 ton per hektare, bahkan di sejumlah lokasi hasil ubinan mampu mencapai 9 ton per hektare.
Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Tingginya biaya produksi, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, persoalan irigasi, minimnya akses permodalan hingga kesulitan pemasaran masih menjadi persoalan utama yang dihadapi petani.
Menurut Bupati Welly, biaya pengolahan lahan mencapai sekitar 30 hingga 35 persen dari total biaya produksi padi. Kondisi tersebut menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Pasaman meluncurkan Program Unggulan Bajak Sawah Gratis sebagai upaya mengurangi beban biaya produksi petani.
Untuk mendukung program tersebut, pada 2026 Kabupaten Pasaman menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian RI dengan total nilai mencapai Rp7 miliar. Bantuan itu terdiri atas enam unit traktor roda empat, dua unit traktor crawler, 30 unit traktor roda dua, 30 unit pompa air, serta 20 unit hand sprayer.
Seluruh bantuan alsintan itu akan dikelola melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian di bawah koordinasi Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman. Brigade tersebut akan melayani kebutuhan pengolahan lahan petani di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman sebagai pelaksana Program Unggulan Bajak Sawah Gratis.
Keberadaan Brigade Alsintan diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan, mengatasi keterlambatan musim tanam akibat keterbatasan alat maupun tingginya biaya produksi, sekaligus meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Pasaman. “Kami berharap Brigade Alsintan mampu memperkuat pelayanan kepada petani, mendukung terwujudnya swasembada pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasaman,” kata Bupati Welly. (wni)
Editor : Adriyanto Syafril