PADEK.JAWAPOS.COM -- Akurasi data menjadi faktor penentu arah pembangunan nagari. Untuk memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Desa Membangun (IDM) bagi aparatur nagari.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Camat Linggo Sari Baganti pada Senin (6/7) itu difokuskan pada peningkatan kapasitas sekretaris nagari dan operator IDM dalam pengelolaan, pemutakhiran, validasi, serta penginputan data sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Linggo Sari Baganti, Mila Marta, saat dihubungi kemarin (7/7), mengatakan Bimtek tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas data yang dihasilkan setiap nagari benar-benar akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur nagari terhadap seluruh indikator dalam IDM sekaligus memperkuat kemampuan teknis dalam penginputan dan validasi data.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan seluruh operator dan perangkat nagari memahami secara utuh mekanisme pengisian IDM sehingga data yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data IDM memiliki peran strategis karena menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menilai tingkat perkembangan nagari sekaligus menentukan arah kebijakan pembangunan.
Karena itu, ketelitian dan tanggung jawab dalam pengisian data menjadi syarat utama agar program pembangunan yang disusun pemerintah tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tujuan jangka panjangnya adalah mendorong peningkatan status nagari, baik dari kategori berkembang menjadi maju maupun dari maju menuju mandiri,” jelasnya.
Bimtek tersebut menghadirkan Tenaga Ahli Kabupaten Pesisir Selatan sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai tata cara pengisian, pemutakhiran, validasi data, serta pemahaman terhadap seluruh indikator dalam IDM.
Seluruh peserta yang terdiri atas sekretaris nagari dan operator IDM dari setiap nagari di Kecamatan Linggo Sari Baganti juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya konsistensi data agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penilaian.
Sementara itu, Camat Linggo Sari Baganti, Zul Irfan Harun, saat dihubungi Selasa (7/7), menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola data desa.
Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan regulasi pemerintah yang menempatkan data desa sebagai basis utama dalam penyusunan perencanaan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“IDM menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan akuntabel,” katanya.
Ia mengimbau seluruh aparatur nagari agar serius dan konsisten melakukan pemutakhiran data sehingga tidak terjadi kesenjangan antara kondisi riil di lapangan dengan data yang dilaporkan.
Dengan tersedianya data yang valid dan berkualitas, kata dia, pemerintah daerah akan lebih mudah menyusun program pembangunan yang terarah, efektif, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Linggo Sari Baganti berharap seluruh nagari dapat meningkatkan status IDM secara bertahap, mulai dari berkembang menjadi maju hingga mencapai status nagari mandiri, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berdampak terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (yon)
Editor : Adriyanto Syafril