Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bio Solar dan Pertalite Sulit Didapat, Antrean BBM Kian Parah

Syamsu Ridwan • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:00 WIB
Sejumlah kendaraan mengantre untuk mengisi BBM jenis Bio Solar dan Pertalite di SPBU Ngalau, Kota Payakumbuh, Selasa (7/7). Panjangnya antrean hingga meluber ke badan jalan diduga dipicu terbatasnya pasokan BBM bersubsidi. (SY RIDWAN/PADEK)
Sejumlah kendaraan mengantre untuk mengisi BBM jenis Bio Solar dan Pertalite di SPBU Ngalau, Kota Payakumbuh, Selasa (7/7). Panjangnya antrean hingga meluber ke badan jalan diduga dipicu terbatasnya pasokan BBM bersubsidi. (SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Kelangkaan pasokan Bio Solar dan Pertalite diduga semakin terasa di Kota Payakumbuh. Dampaknya, antrean kenda­raan di sejumlah Stasiun Pengi­sian Bahan Bakar Umum (SP­BU) kembali mengular sejak Selasa (7/7) pagi. Tidak hanya didominasi truk dan mobil, sepeda motor pun ikut mengantre. Barisan kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan dan memicu kepadatan arus lalu lintas.

Pantauan Padang Ekspres di SPBU Ngalau pada pukul 08.00 WIB memperlihatkan antrean kendaraan roda empat memanjang hingga ke jalan raya, baik dari arah Kota Payakumbuh maupun dari arah Bukittinggi. Kendaraan yang mengantre didominasi pengguna BBM jenis Bio Solar dan Pertalite.

Dari arah Kota Payakumbuh, antrean bahkan terlihat berlapis dua. Satu barisan me­rupakan kendaraan yang me­nunggu pengisian Bio Solar, sedangkan barisan lainnya merupakan antrean kenda­raan pengguna Pertalite.

Salah seorang sopir truk, Riko Aulia (41), mengaku su­dah mengantre sejak pukul 06.00 WIB demi mendapatkan Bio Solar. Namun hingga pukul 08.00 WIB, ia belum juga memperoleh giliran mengisi BBM.

“Sampai pukul 08.00 WIB saya masih menunggu giliran mengisi Bio Solar. Kondisi seperti ini sudah hampir setiap hari terjadi di sejumlah SPBU di Payakumbuh,” katanya.

Menurut Riko, di kalangan sopir beredar informasi adanya pengurangan kuota Bio Solar yang diduga menjadi pe­nyebab antrean semakin panjang.

“Informasi yang kami da­pat, kuota Bio Solar berkurang. Itu yang membuat antrean semakin panjang,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Rio, pengguna mobil yang mengandalkan Pertalite. Ia sengaja datang sejak pagi agar tidak kehabisan BBM.

“Kalau sudah sore, susah mendapatkan Pertalite di Kota Payakumbuh. Makanya saya isi dari pagi,” ujarnya.

Menurut Rio, hampir seluruh SPBU di Kota Payakumbuh mengalami kondisi serupa dengan antrean kendaraan yang cukup panjang.

Pengendara sepeda motor, Ade (36), juga menilai kondisi antrean saat ini jauh lebih panjang dibandingkan beberapa hari sebelumnya. “Biasanya tidak sepanjang ini. Kalau di­bandingkan seminggu lalu, antreannya jauh lebih pendek. Dulu masih bisa isi Pertalite sampai malam, se­karang ja­ngan berharap lagi,” katanya.

Ade mengaku terpaksa men­cari alternatif ketika tidak memperoleh Pertalite. “Kalau ti­dak dapat, saya lebih memi­lih beli minyak eceran karena Pertamax terlalu mahal. Selisih harganya dengan Pertalite hanya sekitar Rp2 ribu dari harga resmi,” ujarnya.

Pantauan Padang Ekspres menunjukkan kondisi serupa terjadi di sejumlah SPBU lainnya di Kota Payakumbuh.

Di SPBU Koto Nan Ampek, antrean kendaraan roda empat mengular hingga mendekati Simpang By Pass Kota Payakumbuh. Kendaraan yang me­nunggu giliran mengisi BBM memenuhi bahu jalan sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas.

Sementara di SPBU Parit Rantang yang melayani penjualan Pertalite dan Pertamax, antrean kendaraan pengguna Pertalite juga tampak cukup panjang. Barisan kendaraan membentang mulai dari Simpang Kasda hingga area SPBU.

Hingga berita ini diturun­kan, belum ada keterangan res­mi dari pihak terkait mengenai penyebab panjangnya antrean maupun informasi mengenai ketersediaan pasokan Bio Solar dan Pertalite di Kota Payakumbuh. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#bbm subsidi #solar langka #Pertalite langka #bbm langka