Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan BIM

Aris Prima Gunawan • Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:40 WIB
Penemuan mayat di bawah jembatan layang (flyover) kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai. (IG info_pariaman)
Penemuan mayat di bawah jembatan layang (flyover) kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai. (IG info_pariaman)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Ja­sad seorang pria ditemukan di bawah jembatan rel kereta api kawasan fly­o­ver Bandara Internasional Mina­ngkabau (BIM), Nagari Kasang, Ke­camatan Batanganai, Kabupaten Pa­da­ng­pariaman. Saat ditemukan, terdapat tali jerat berwarna hitam yang masih melingkar di leher korban.

Kapolsek Batang Anai Iptu Wadriadi mengatakan, jasad ter­sebut pertama kali ditemukan oleh seorang remaja berinisial J, 14, pada Kamis (9/7) sekitar pu­kul 17.00 WIB. “Korban pertama kali ditemukan oleh seorang remaja yang saat itu sedang beristirahat setelah berolahraga di atas flyover,” ujar Wad­riadi, kemarin.

Menurutnya, remaja tersebut awalnya melihat seseorang da­lam posisi tengkurap di bawah jembatan. Karena merasa curiga korban tidak bergerak, remaja itu kemudian pulang dan melaporkan temuannya kepada orang tua.

“Setelah melihat ada orang yang tergeletak dan tidak bergerak, saksi kemudian pulang memberitahukan kepada orang tuanya. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Batanganai bersama anggota Polres Padangpariaman langsung menuju lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 18.35 WIB dan segera me­lakukan pengama­nan area pene­muan je­nazah.

“Petugas langsung me­nga­man­kan tempat kejadian perkara dan melakukan proses evakuasi ter­­hadap jenazah,” jelas Wadriadi.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Dalam pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah tanda yang membuat penyidik melakukan pendalaman. Selain tali jerat berwarna hitam yang masih berada di leher korban, petugas juga menemukan bekas jeratan pada bagian leher.

“Dari pemeriksaan awal, di­temukan tali jerat berwarna hitam yang masih melingkar di leher korban dan terdapat bekas jeratan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pa­da­ngpariaman AKP Nedra Wati.

Adanya temuan tersebut membuat polisi belum menutup kemungkinan adanya unsur tindak pidana. Namun, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum mengambil kesimpulan.

“Seluruh kemungkinan ma­sih kami dalami. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena tindak pidana atau penyebab lainnya,” kata Nedra.

Ia menegaskan, proses pe­nyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara jelas pe­nyebab kematian korban serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Proses penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian korban maupun pihak-pihak yang mungkin terkait dengan peristiwa ini,” ujarnya.

Sementara itu, polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas pria yang ditemukan meninggal dunia tersebut. Korban diketahui bernama Rusli, 40, warga Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

AKP Nedra Wati mengatakan, identitas korban diketahui setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan identifikasi melalui pencocokan sidik jari secara manual dengan data kependu­dukan.

“Korban telah berhasil diidentifikasi atas nama Rusli, laki-laki, berusia 40 tahun. Identitas tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan identifikasi yang dilakukan tim,” kata Nedra.

Berdasarkan data yang diperoleh penyidik, Rusli merupakan warga Kelurahan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Korban lahir di Tangerang pada 25 November 1985, beragama Islam, belum menikah, dan bekerja sebagai karyawan swasta.

Nedra menyebutkan, pengu­ng­kapan identitas korban menjadi langkah penting dalam proses penyidikan. Polisi selanjutnya akan menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

“Setelah identitas diketahui, kami akan melakukan penelusuran terhadap keluarga korban serta mendalami aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia di Batang Anai,” tuturnya.

Meski identitas korban sudah diketahui, polisi masih belum memastikan penyebab kematian Rusli. Penyidik masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Pa­da­ng. “Hasil autopsi masih kami tunggu. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian korban,” pungkas Ned­ra. (apg)

Editor : Adriyanto Syafril
#penemuan mayat