PADEK.JAWAPOS.COM -- Jasad seorang pria ditemukan di bawah jembatan rel kereta api kawasan flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Nagari Kasang, Kecamatan Batanganai, Kabupaten Padangpariaman. Saat ditemukan, terdapat tali jerat berwarna hitam yang masih melingkar di leher korban.
Kapolsek Batang Anai Iptu Wadriadi mengatakan, jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang remaja berinisial J, 14, pada Kamis (9/7) sekitar pukul 17.00 WIB. “Korban pertama kali ditemukan oleh seorang remaja yang saat itu sedang beristirahat setelah berolahraga di atas flyover,” ujar Wadriadi, kemarin.
Menurutnya, remaja tersebut awalnya melihat seseorang dalam posisi tengkurap di bawah jembatan. Karena merasa curiga korban tidak bergerak, remaja itu kemudian pulang dan melaporkan temuannya kepada orang tua.
“Setelah melihat ada orang yang tergeletak dan tidak bergerak, saksi kemudian pulang memberitahukan kepada orang tuanya. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian,” katanya.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Batanganai bersama anggota Polres Padangpariaman langsung menuju lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 18.35 WIB dan segera melakukan pengamanan area penemuan jenazah.
“Petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan proses evakuasi terhadap jenazah,” jelas Wadriadi.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Dalam pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah tanda yang membuat penyidik melakukan pendalaman. Selain tali jerat berwarna hitam yang masih berada di leher korban, petugas juga menemukan bekas jeratan pada bagian leher.
“Dari pemeriksaan awal, ditemukan tali jerat berwarna hitam yang masih melingkar di leher korban dan terdapat bekas jeratan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Padangpariaman AKP Nedra Wati.
Adanya temuan tersebut membuat polisi belum menutup kemungkinan adanya unsur tindak pidana. Namun, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum mengambil kesimpulan.
“Seluruh kemungkinan masih kami dalami. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena tindak pidana atau penyebab lainnya,” kata Nedra.
Ia menegaskan, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara jelas penyebab kematian korban serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Proses penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian korban maupun pihak-pihak yang mungkin terkait dengan peristiwa ini,” ujarnya.
Sementara itu, polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas pria yang ditemukan meninggal dunia tersebut. Korban diketahui bernama Rusli, 40, warga Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
AKP Nedra Wati mengatakan, identitas korban diketahui setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan identifikasi melalui pencocokan sidik jari secara manual dengan data kependudukan.
“Korban telah berhasil diidentifikasi atas nama Rusli, laki-laki, berusia 40 tahun. Identitas tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan identifikasi yang dilakukan tim,” kata Nedra.
Berdasarkan data yang diperoleh penyidik, Rusli merupakan warga Kelurahan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Korban lahir di Tangerang pada 25 November 1985, beragama Islam, belum menikah, dan bekerja sebagai karyawan swasta.
Nedra menyebutkan, pengungkapan identitas korban menjadi langkah penting dalam proses penyidikan. Polisi selanjutnya akan menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
“Setelah identitas diketahui, kami akan melakukan penelusuran terhadap keluarga korban serta mendalami aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia di Batang Anai,” tuturnya.
Meski identitas korban sudah diketahui, polisi masih belum memastikan penyebab kematian Rusli. Penyidik masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Padang. “Hasil autopsi masih kami tunggu. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian korban,” pungkas Nedra. (apg)
Editor : Adriyanto Syafril