PADEK.JAWAPOS.COM -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali membuka program Beasiswa Perguruan Tinggi Tahun 2026 bagi mahasiswa asal Pesisir Selatan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Pendaftaran dibuka selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Juli 2026, dan seluruh proses dilakukan secara daring.
Program beasiswa yang rutin digulirkan setiap tahun tersebut menjadi salah satu upaya BAZNAS Pessel dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan. Bantuan ini berasal dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS.
Ketua Baznas Pessel, Yose Leonando, mengatakan beasiswa tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi meski menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Program ini kami hadirkan untuk memastikan mahasiswa Pesisir Selatan yang memiliki kemampuan akademik tetap bisa melanjutkan pendidikan, meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (19/7).
Ia menjelaskan, program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa aktif asal Kabupaten Pesisir Selatan yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta di luar daerah. Prioritas diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik baik dan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi calon penerima. Di antaranya merupakan warga Kabupaten Pesisir Selatan, beragama Islam, berakhlak baik, serta berstatus mahasiswa aktif di luar daerah. Khusus untuk jenjang studi, pendaftar merupakan mahasiswa semester 2, 4, atau 6 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00.
Persyaratan lainnya, calon penerima tidak sedang memperoleh beasiswa dari lembaga lain, orang tua bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta bersedia menjadi relawan Baznas apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Peserta juga tidak sedang menerima bantuan beasiswa lain, orang tua bukan ASN atau PPPK penuh waktu, serta bersedia berkontribusi sebagai relawan Baznas jika dibutuhkan,” jelas Yose.
Menurutnya, program beasiswa tersebut tidak hanya bertujuan membantu pembiayaan pendidikan, tetapi juga menanamkan kepedulian sosial kepada para penerima manfaat. Melalui keterlibatan sebagai relawan, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Untuk mengikuti seleksi, calon peserta diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen administrasi, meliputi surat permohonan, identitas diri, surat keterangan aktif kuliah, transkrip nilai atau Kartu Hasil Studi (KHS) terbaru, surat keterangan tidak mampu, pasfoto, surat pernyataan, serta rekening bank. Seluruh dokumen tersebut diunggah melalui tautan resmi yang disediakan Baznas Pessel.
Yose menegaskan, pendaftaran hanya dilayani secara online tanpa menerima pengajuan secara langsung. Karena itu, calon peserta diminta menyiapkan seluruh dokumen sejak dini agar tidak mengalami kendala saat proses unggah berkas.
“Kami mengimbau mahasiswa yang memenuhi syarat untuk segera melengkapi berkas. Jangan menunggu hingga batas akhir karena proses unggah membutuhkan ketelitian,” katanya.
Ia berharap program beasiswa tersebut mampu melahirkan generasi muda Pesisir Selatan yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial. Yose juga mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kami berharap para penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi dengan baik, memiliki akhlak yang kuat, serta kembali membangun daerah. Kepada orang tua, mari bersama kita dorong anak-anak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh,” tutupnya. (yon)
Editor : Adriyanto Syafril