Baznas Pessel Buka Beasiswa 2026 Pendaftaran Hanya 5 Hari

Yoni Syafrizal • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:40 WIB
Ketua Baznas Pessel, Yose Leonando.
Ketua Baznas Pessel, Yose Leonando.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ka­bupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali membuka program Beasiswa Perguruan Ti­nggi Tahun 2026 bagi maha­siswa asal Pesisir Selatan ya­ng sedang menempuh pen­didikan di luar daerah. Pen­daftaran dibuka selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Juli 2026, dan seluruh proses dilakukan secara daring.

Program beasiswa yang ru­tin digulirkan setiap tahun ter­sebut menjadi salah satu upa­ya BAZNAS Pessel dalam me­ningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan. Bantuan ini bera­sal dari pemanfaatan da­na za­kat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS.

Ketua Baznas Pessel, Yose Leonando, mengatakan beasiswa tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi meski menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Program ini kami hadirkan untuk memastikan mahasiswa Pesisir Selatan yang memiliki kemampuan akademik tetap bisa melanjutkan pendidikan, meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (19/7).

Ia menjelaskan, program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa aktif asal Kabupaten Pesisir Selatan yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta di luar daerah. Prioritas diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik baik dan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Selain itu, terdapat se­jumlah persyaratan yang wajib dipenuhi calon penerima. Di antaranya merupakan war­ga Kabupaten Pesisir Selatan, beragama Islam, berakhlak baik, serta berstatus mahasiswa aktif di luar daerah. Khusus untuk jenjang studi, pendaftar merupakan mahasiswa semester 2, 4, atau 6 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00.

Persyaratan lainnya, calon penerima tidak sedang memperoleh beasiswa dari lembaga lain, orang tua bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta bersedia menjadi relawan Baznas apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Peserta juga tidak sedang menerima bantuan bea­siswa lain, orang tua bukan ASN atau PPPK penuh waktu, serta bersedia berkontribusi sebagai relawan Baznas jika dibutuhkan,” jelas Yose.

Menurutnya, program beasiswa tersebut tidak ha­nya bertujuan membantu pem­biayaan pendidikan, te­tapi juga menanamkan ke­pedulian sosial kepada para penerima manfaat. Melalui keterlibatan sebagai relawan, mahasiswa diharapkan da­pat berkontribusi dalam berba­gai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Untuk mengikuti seleksi, calon peserta diwajibkan me­lengkapi sejumlah dokumen administrasi, meliputi surat permohonan, identitas diri, surat keterangan aktif kuliah, transkrip nilai atau Kartu Hasil Studi (KHS) terbaru, surat keterangan tidak mampu, pasfoto, surat pernyataan, serta rekening bank. Seluruh dokumen tersebut diunggah melalui tautan res­mi yang disediakan Baznas Pessel.

Yose menegaskan, pen­daftaran hanya dilayani secara online tanpa menerima pengajuan secara langsung. Karena itu, calon peserta diminta menyiapkan seluruh dokumen sejak dini agar ti­dak mengalami kendala saat proses unggah berkas.

“Kami mengimbau mahasiswa yang memenuhi sya­rat untuk segera mele­ngkapi berkas. Jangan me­nunggu hingga batas akhir karena proses unggah membutuhkan ketelitian,” katanya.

Ia berharap program beasiswa tersebut mampu melahirkan generasi muda Pesisir Selatan yang unggul, berdaya saing, dan memiliki ke­pe­dulian sosial. Yose juga mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Kami berharap para pe­nerima beasiswa dapat me­nyelesaikan studi dengan baik, memiliki akhlak yang kuat, serta kembali membangun daerah. Kepada orang tua, mari bersama kita doro­ng anak-anak untuk memanfaatkan kesempatan ini de­ngan sungguh-sungguh,” tutupnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
Beasiswa Perguruan Ti­nggi Baznas Pessel