Tapian Barasok Siapkan Lompatan Ekowisata

Rommy Delfiano • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:50 WIB
Prof Rahmi Fahmy menyampaikan materi mengenai tata kelola organisasi, keselarasan visi, misi dan program dalam wisata berbasis Eco-Edutourism di Bukittinggi, baru-baru ini.
Prof Rahmi Fahmy menyampaikan materi mengenai tata kelola organisasi, keselarasan visi, misi dan program dalam wisata berbasis Eco-Edutourism di Bukittinggi, baru-baru ini.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Baru dibuka untuk umum pada akhir 2024, kawasan wisata alam Tapian Tabiang Barasok di Kelura­han Bukik Apit Puhun, Kota Bukittinggi, langsung dibina sejak dini agar tidak terjebak menjadi destinasi yang tumbuh tanpa arah. Selama lima bulan, tim Pengabdian kepada Masyarakat Program EQUITY mendampingi pengelola menyusun pondasi tata kelola ekowisata berkelanjutan, bahkan menghadirkan pakar dari Malaysia untuk berbagi pengalaman.

Sebagai destinasi rintisan, Tapian Tabia­ng Barasok memiliki modal yang tidak sedikit. Lanskap alam yang masih asri, tingginya partisipasi masyarakat, keterlibatan pelaku UMKM, hingga dukungan tokoh adat menjadi kekuatan utama. Namun, di balik potensi tersebut, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) masih menghadapi tantangan umum yang dialami banyak destinasi baru, yakni keterbatasan kapasitas manajerial dan belum tersusunnya arah pengembangan jangka menengah.

Untuk menjawab kebutuhan itu, tim pengabdian membuka rangkaian program melalui pelatihan “Sustainable Recreation, Ekowisata & SDGs” baru-baru ini. Kegiatan ini menghadirkan Dr Sheena Bidin, akademisi ekowisata dari Malaysia, membagikan praktik pengelolaan wisata berbasis kearifan lokal di negeri jiran.

“Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi pengelola dan masyarakat sekitar tentang bagaimana wisata alam bisa dikembangkan tanpa merusak lingkungan dan tetap menghormati nilai-nilai adat,” kata Prof Dr Rahmi Fahmy SE MBA ketua tim pengabdian.

Pelatihan tersebut menjadi titik awal lahirnya visi dan misi pengelolaan Tapian Tabiang Barasok yang berorientasi pada Sustainable Recreation and Ecotourism. Pokdarwis juga mulai memetakan peluang mengintegrasikan potensi wisata alam dengan budaya lokal sebagai identitas destinasi.

Pendampingan tidak berhenti pada konsep. Pada 3 Juni 2026, anggota Pokdarwis dan pemuda setempat mendapat pelatihan kewirausahaan serta pengelolaan media sosial. Mereka dibekali kemampuan membuat konten promosi berbentuk video sekaligus mengelola akun Instagram dan TikTok sebagai sarana pemasaran digital.

Selanjutnya, pada 30 Juni 2026, pelatihan tata kelola organisasi menghasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan dan draf implementasi wisata berbasis Community Based Tourism dengan fokus Eco-Edutourism. Seluruh proses disusun menggunakan pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD), lokakarya, dan pendampingan lapangan sehingga seluruh keputusan lahir dari kebutuhan dan kesepakatan masyarakat, bukan sekadar arahan dari pihak luar.

Sebagai luaran utama program, tim pengabdian kini tengah menyusun Buku Putih berjudul Model Pengelolaan Kawasan Wisata Alam Berbasis Sustainable Recreation and Ecotourism: Pembelajaran dari Pokdarwis Tapian Tabiang Barasok. Dokumen tersebut akan memuat model tata kelola destinasi berbasis komunitas, strategi penciptaan pekerjaan layak, serta menjadi referensi bagi pe­ngem­bangan destinasi wisata rintisan di Sumatera Barat maupun daerah lain.

Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek penciptaan pekerjaan layak dan pengurangan kemiskinan melalui pengembangan wisata berbasis masyarakat.

Ke depan, pendampingan akan dilanjutkan dengan penguatan legalitas kelembagaan Pokdarwis, pengembangan paket wisata edukasi, pelatihan pemandu wisata, digitalisasi pemasaran, hingga penyusunan zonasi konservasi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara meningkatnya kunjungan wisatawan dengan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama Tapian Tabiang Barasok. (r)

Editor : Adriyanto Syafril
Tapian Tabiang Barasok