Kasus Bunuh Diri, Gangguan Mental Meningkat, Gubernur Minta Layanan Kesehatan Jiwa Diperluas

Willian. • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:55 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan sambutan saat pelantikan Pengurus PDSKJI Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan sambutan saat pelantikan Pengurus PDSKJI Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja, serta berbagai persoalan sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Su­matera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meminta Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar memperkuat layanan kesehatan jiwa hingga menjangkau masyarakat di daerah.

Menurut Mahyeldi, persoalan kesehatan mental tidak lagi dapat dipandang sebagai isu sektoral, tetapi telah menjadi ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia sekaligus pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus PDSKJI Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7).

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi mengucapkan se­lamat kepada Ketua PDSKJI Sumbar yang baru dilantik, dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Kes., Sp.KJ, beserta seluruh jajaran pengurus. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu memperluas akses layanan kesehatan jiwa hingga ke daerah-daerah.

“Pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap organisasi profesi kesehatan karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan In­deks Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.

Ia menegaskan, kesehatan merupakan salah satu indikator utama pembangunan manusia sehingga sinergi pemerintah dengan organisasi profesi harus terus diperkuat.

“Kesehatan merupakan sa­lah satu indikator penting da­lam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi agar layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapi­san masyarakat,” katanya.

Mahyeldi juga mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Pro­vinsi Sumbar dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar. Menurutnya, berbagai kegiatan pengabdian yang dilakukan para dokter hingga ke pelosok nagari telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran para dokter yang tidak hanya bertugas di perkotaan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di desa dan nagari. Semangat pengabdian seperti ini perlu terus di­perkuat, termasuk oleh PDSKJI melalui layanan kesehatan jiwa yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Mahyeldi mengajak PDSKJI Sumbar membawa agenda-agenda nasional ke Ranah Minang. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran, tetapi juga berdampak terhadap sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga UMKM. “Kalau kegiatan nasional dokter spesialis dilaksanakan di Sumbar, manfaatnya bukan hanya untuk dunia kesehatan, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, ku­liner hingga UMKM. Kami berharap PDSKJI dapat mempertimbangkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah agenda nasional,” katanya.

Mahyeldi menilai tema pe­lantikan yang mengangkat isu kesehatan mental generasi mu­da sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia mengaku prihatin terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental yang mulai muncul pada usia anak dan remaja.

“Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia se­kolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus se­perti itu mulai bermunculan. Belum lagi gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku. Ini menjadi alarm bagi kita semua dan harus ditangani bersama agar tidak mengancam terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. dr. Roni Eka Sahputra, mengatakan pelantikan PDSKJI merupakan bagian dari penguatan koordinasi organisasi profesi di bawah naungan IDI untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin kompleks, mulai dari meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan kejiwaan, kekerasan terhadap anak, hingga berbagai persoalan sosial lainnya yang membutuhkan ko­laborasi lintas sektor.

“Kita ingin seluruh perhimpunan bergerak dalam satu koordinasi, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi ma­sya­rakat. PDSKJI selama ini juga selalu berada di garis depan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa,” ujarnya.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, F.S., Sp.K.J., Subsp. MEL(K), turut mengapresiasi kembali terpilihnya dr. Rini Gusya Liza memimpin PDSKJI Sumbar.

Ia menilai kepercayaan ter­sebut merupakan pengakuan atas kepemimpinan sebelum­nya sekaligus menjadi momentum mengakselerasi berbagai program yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
pemprov sumatera barat