Napak Tilas Buya Hamka Tanamkan Semangat Pantang Menyerah

Putra Susanto • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:20 WIB
Sekretaris Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, melepas peserta Napak Tilas Buya Hamka di GOR Padangbaru, Lubukbasung, Senin (20/7). (DOK PEMKAB AGAM)
Sekretaris Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, melepas peserta Napak Tilas Buya Hamka di GOR Padangbaru, Lubukbasung, Senin (20/7). (DOK PEMKAB AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Ratusan pelajar SMP dari berbagai daerah di Sumatera Barat mengikuti Napak Tilas Buya Hamka yang digelar Pemerintah Kabupaten Agam, Senin (20/7). Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi media mena­namkan nilai perjuangan, keteladanan dan semangat pantang menyerah kepada generasi muda melalui sosok ulama besar asal Agam tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di GOR Padang Baru, Lubukbasung, itu secara resmi dibuka Sekretaris Kabupaten (Sek­kab) Agam, Mhd Lutfi. Sebanyak 21 tim mengikuti napak ti­las, terdiri dari perwakilan SMP di Kabupaten Agam serta peserta dari Kota Padang Panjang dan Kota Payakumbuh.

Mhd Lutfi mengatakan, Buya Hamka merupakan to­koh yang layak dijadikan teladan karena tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sastrawan, pejuang dan negarawan yang karya serta pe­mikirannya tetap relevan hingga kini.

Menurutnya, semangat juang Buya Hamka harus diwaris­kan kepada generasi mu­da agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan ke­tegu­han iman, ilmu pengeta­huan dan karakter ya­ng kuat.

“Napak Tilas Buya Hamka men­jadi media pembelajaran se­jarah agar peserta tidak ha­nya me­ngenal sosok Buya Ham­ka, te­tapi juga menyerap nilai per­jua­ngan, keikhlasan dan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sekda juga mengutip pesan terkenal Buya Hamka, “Kalau perahunya telah dikayuh ke tengah, dia tak boleh surut pulang. Meskipun bagaimana besar gelombang, biarkan kemudi patah, biarpun layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang.” Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap perjua­ngan diselesaikan dengan pe­nuh keteguhan dan pantang menyerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri, mengatakan setiap tim be­ra­nggo­takan 10 pelajar yang di­dampingi guru pembina. Ia mengapresiasi seluruh peserta yang tetap hadir, termasuk rombongan SMPN 3 Ampek­na­gari yang datang meski dae­rah mereka sedang terdampak banjir. “Kehadiran mereka me­ru­pakan perjua­ngan tersendiri. Semoga semangat ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta,” katanya.

Andri menjelaskan, semula kegiatan direncanakan berlangsung di Museum Kelahiran Buya Hamka di Nagari Su­ngai­batang. Namun, karena mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor keselamatan, lokasi kegiatan dipindahkan ke Lubukbasung tanpa mengu­rangi makna napak tilas.

Selama dua hari, peserta akan mengikuti berbagai rang­kaian kegiatan, mulai dari pe­nelusuran sejarah perjuangan Buya Hamka, permainan anak nagari, lomba memasak makanan tradisional, hingga penilaian di lima pos yang menguji pengetahuan sejarah, ke­kompakan, etika dan kemampuan bekerja sama dalam tim. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
Napak Tilas Buya Hamka pemkab agam