Jaga Pangan, Polri-Pemprov Sumbar Komit Tekan Hama Sawah

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:55 WIB
Petani, Pemprov Sumbar, Pemerintah Kabupaten Solok, dan Polri mengikuti Safari Berburu Hama di hamparan sawah Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu (19/7). (DOK PEMKAB SOLOK)
Petani, Pemprov Sumbar, Pemerintah Kabupaten Solok, dan Polri mengikuti Safari Berburu Hama di hamparan sawah Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu (19/7). (DOK PEMKAB SOLOK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Ratusan petani bersama jajaran Pemerintah Kabupa­ten Solok, Pemerintah Provinsi Su­matera Barat, dan kepolisian turun langsung ke hamparan sawah di Nagari Salayo, Kecamatan Ku­bung, Kabupaten Solok, Minggu (19/7). Mereka mengikuti Safari Berburu Hama dalam rangka mem­peringati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memperkuat upaya pengendalian organisme pengganggu tanaman yang selama ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian.

Kegiatan yang dipusatkan di salah satu sentra pertanian Kabupaten Solok tersebut menjadi wujud kolaborasi pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Selain menjadi bagian dari rangkaian Hari Bha­yangkara, aksi bersama itu juga bertujuan menekan serangan ha­ma yang selama ini menyebabkan penurunan hasil panen petani.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan dukungan pe­nuh terhadap kegiatan tersebut. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah diwakili Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Afniwirman. Turut hadir Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Rina Martin.

Dalam sambutannya, Afniwirman menegaskan Safari Berburu Hama merupakan langkah bersama untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Kabupaten Solok sebagai salah satu lumbung pangan Suma­tera Barat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh kegiatan ini karena tujuannya sangat baik, yaitu mengurangi kerugian petani akibat serangan hama,” ujarnya.

Menurut Afniwirman, organisme pengganggu tanaman masih menjadi persoalan utama yang dihadapi petani. Karena itu, pengendalian hama secara terpadu harus terus digencarkan agar produktivitas lahan tetap terjaga.

“Di tengah tingginya kebutuhan pangan masyarakat, kita harus memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga agar pasokan berjalan stabil,” katanya.

Ia menjelaskan, pengendalian hama tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dae­rah hingga nasional. Untuk itu, pembangunan sektor pertanian membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, apa­rat kea­manan, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi dukungan terhadap program ke­ta­ha­nan pangan nasional. Menjaga keta­hanan pangan adalah tanggung ja­wab bersama yang harus kita laksa­nakan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para petani. Selain membantu menekan populasi hama, Safari Berburu Hama juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta menerapkan metode pengendalian hama yang tepat dan ramah lingkungan.

Sebagai salah satu daerah pe­ng­hasil komoditas pertanian unggulan di Sumatera Barat, keberhasilan Kabupaten Solok menjaga produktivitas lahan dinilai sangat strategis dalam mendukung ketersediaan pangan di tingkat provinsi maupun nasional. (cr8)

Editor : Adriyanto Syafril
Nagari salayo pemkab solok pemprov sumatera barat