PADEK.JAWAPOS.COM -- Ratusan petani bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Solok, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan kepolisian turun langsung ke hamparan sawah di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu (19/7). Mereka mengikuti Safari Berburu Hama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memperkuat upaya pengendalian organisme pengganggu tanaman yang selama ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian.
Kegiatan yang dipusatkan di salah satu sentra pertanian Kabupaten Solok tersebut menjadi wujud kolaborasi pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Selain menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara, aksi bersama itu juga bertujuan menekan serangan hama yang selama ini menyebabkan penurunan hasil panen petani.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah diwakili Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Afniwirman. Turut hadir Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Rina Martin.
Dalam sambutannya, Afniwirman menegaskan Safari Berburu Hama merupakan langkah bersama untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Kabupaten Solok sebagai salah satu lumbung pangan Sumatera Barat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh kegiatan ini karena tujuannya sangat baik, yaitu mengurangi kerugian petani akibat serangan hama,” ujarnya.
Menurut Afniwirman, organisme pengganggu tanaman masih menjadi persoalan utama yang dihadapi petani. Karena itu, pengendalian hama secara terpadu harus terus digencarkan agar produktivitas lahan tetap terjaga.
“Di tengah tingginya kebutuhan pangan masyarakat, kita harus memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga agar pasokan berjalan stabil,” katanya.
Ia menjelaskan, pengendalian hama tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah hingga nasional. Untuk itu, pembangunan sektor pertanian membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Menjaga ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang harus kita laksanakan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para petani. Selain membantu menekan populasi hama, Safari Berburu Hama juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta menerapkan metode pengendalian hama yang tepat dan ramah lingkungan.
Sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian unggulan di Sumatera Barat, keberhasilan Kabupaten Solok menjaga produktivitas lahan dinilai sangat strategis dalam mendukung ketersediaan pangan di tingkat provinsi maupun nasional. (cr8)
Editor : Adriyanto Syafril