Dana Pusat Terhenti, Gubernur Jamin Pembinaan Atlet

Willian. • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:40 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi karateka peraih medali perunggu 13th SEAKF Karate Championship, Zaimah Arkadina Irsal, bersama pelatih Zelly Heriyanto dan jajaran PB FORKI di Istana Gubernur, Minggu (19/7). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi karateka peraih medali perunggu 13th SEAKF Karate Championship, Zaimah Arkadina Irsal, bersama pelatih Zelly Heriyanto dan jajaran PB FORKI di Istana Gubernur, Minggu (19/7). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Penghentian bantuan pembinaan olahraga dari pemerintah pusat tahun ini tidak akan menghentikan upaya pembinaan atlet di Sumatera Barat. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansha­rul­lah memastikan Pemerintah Provinsi Sumbar tetap berkomitmen mendukung pembinaan atlet melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi atlet bersama Pengurus Besar Fe­derasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) di Istana Gubernur, Minggu (19/7). Audiensi tersebut sekaligus menjadi ajang apresiasi atas prestasi internasional yang kembali diraih putra-putri Sumbar.

Karateka muda asal Sumbar, Zaimah Arkadina Irsal, sukses mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia pada ajang 13th SEAKF Karate Championship di Vietnam. Sementara itu, pelatih karate asal Sumbar, Zelly Heriyanto, dinyatakan lulus Akreditasi Pela­tih Asian Karate Federation (AKF).

“Alhamdulillah hari ini kita menerima atlet karate yang baru kembali dari kompetisi tingkat Asia. Prestasi ini sangat membanggakan dan menjadi bukti bahwa generasi muda Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berjenjang sejak usia dini. Karena itu, seluruh pengurus cabang olahraga, baik di tingkat provinsi maupun kabupa­ten/kota, didorong untuk memperbanyak penyelenggaraan kompetisi kelompok umur sebagai wadah mencetak atlet-atlet berprestasi.

“Kita berharap kompetisi usia dini semakin banyak sehingga lahir bibit-bibit atlet yang nantinya bisa didorong ke level yang lebih tinggi. Pembinaan harus terus berjalan, termasuk melalui PPLP untuk cabang-cabang olahraga unggulan,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, mes­kipun bantuan pembinaan olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak lagi tersedia pada tahun ini, Pemprov Sumbar tetap akan mengupayakan dukungan melalui APBD.

“Walaupun tahun ini ada pe­nghentian bantuan dari Kementerian Olahraga, insyaallah kita akan berusaha memberikan dukungan melalui APBD. Pembinaan atlet tidak boleh berhenti karena mereka adalah investasi daerah di masa depan,” tegasnya.

Selain dukungan pemerintah, Mahyeldi juga mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KO­NI), pengurus provinsi, hingga pengurus cabang olahraga memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha agar pembinaan atlet memiliki sumber pendanaan yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Sudah saatnya KONI dan pe­ngurus cabang olahraga memba­ngun komunikasi dengan para pe­ngusaha. Dunia usaha juga harus ikut berkontribusi dalam pembinaan atlet karena keberhasilan olahraga adalah kebanggaan bersama,” ujarnya.

Mahyeldi berharap keberhasilan Zaimah Arkadina Irsal dan Zelly Heriyanto menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus mengukir prestasi, sekaligus mengharumkan nama Sumatera Barat dan Indonesia di pentas internasional.

“Prestasi hari ini harus menjadi penyemangat bagi atlet-atlet lainnya. Ini membuktikan bahwa anak-anak muda Sumatera Barat mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” pungkasnya. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
atlet sumbar pemprov sumatera barat