Lima Kursi Pimpinan Baznas Diperebutkan

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 06:27 WIB
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Sumbar, Edi Dharma.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Sumbar, Edi Dharma.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemprov Sum­bar resmi membuka se­leksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumbar periode 20­26–2031. Sebanyak lima kursi pim­pinan diperebutkan me­lalui seleksi terbuka yang dimulai 15–29 Juli 2026 secara dari­ng melalui Sistem Informasi Ma­najemen Zakat (SIM­ZAT) Kementerian Agama.

Seleksi ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya pimpinan baru yang akan menentukan arah pengelolaan za­kat, infak, dan sedekah di Sumbar selama lima tahun ke depan. Di tengah potensi zakat yang terus ber­kem­ba­ng, Baznas dituntut mengha­dirkan tata kelola yang profe­sional, transparan, dan mam­pu memperluas dampak bagi pengentasan kemiskinan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Sumbar, Edi Dharma mengatakan seluruh posisi pimpinan akan diisi melalui mekanisme seleksi yang terbuka dan kompetitif.

“Jumlah kebutuhan pim­pinan Baznas untuk periode 2026–2031 sebanyak lima orang. Seluruhnya akan diisi melalui hasil seleksi yang sedang dibuka saat ini,” kata Edi Dharma.

Ia mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi ter­sebut. Menurutnya, Sumbar membutuhkan figur yang tidak hanya memahami tata kelola zakat, tetapi juga memiliki integritas dan kapasitas kepemimpinan dalam mengembangkan program pemberdayaan umat.

Seleksi dibuka berdasarkan Surat Tim Seleksi Nomor 400/293/Kesra-2026 tentang Seleksi Calon Pimpinan Baznas Provinsi Sumbar Periode 2026–2031 tertanggal 14 Juli 2026 yang ditandatangani Ketua Tim Seleksi, Arry Yus­wandi.

Tahapan seleksi dimulai dengan pendaftaran hingga 29 Juli, dilanjutkan seleksi administrasi pada 30 Juli dan pengumuman hasil pada 1 Agustus 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti tes kompetensi berupa tes pengetahuan dasar dan penulisan makalah pada 3–4 Agustus.

Selanjutnya, hasil seleksi kompetensi diumumkan pa­da 6 Agustus, disusul wawancara pada 8 Agustus. Tim Se­leksi kemudian menetapkan dan mengumumkan 10 besar calon pimpinan Baznas Sumbar pada 11 Agustus 2026.

Edi Dharma menegaskan, Pemprov Sumbar berharap proses seleksi mampu menghasilkan pimpinan ya­ng memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen kuat dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Posisi pimpinan Baznas dinilai strategis karena berperan mengarahkan penghimpunan dan pendistribusian dana zakat kepada mustahik secara tepat sasaran. Ke­pe­mimpinan yang kuat juga menjadi kunci mening­katkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus memperluas program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial di Sumbar. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
Baznas Sumbar pemprov sumatera barat