Namun, ini akan semakin membuat khawatir seiring bertambahnya usia karena sering dikaitkan dengan demensia atau penurunan fungsi intelektual.
Faktanya, kehilangan daya ingat yang signifikan pada orang tua bukanlah bagian normal dari penuaan. Hal ini lebih sering disebabkan oleh gangguan organik, cedera otak, penyakit neurologis, seperti alzheimer.
Sebagian besar masalah daya ingat yang terjadi seiring bertambahnya usia sebenarnya mencerminkan perubahan normal dan struktur dan fungsi otak.
Perubahan ini dapat memperlambat proses kognitif tertentu sehingga membuat manusia sedikit lebih sulit untuk mempelajari hal-hal baru atau mengabaikan gangguan yang dapat mengganggu proses belajar.
Meski terkadang menjengkelkan, hal ini bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan secara berlebihan.
Seperti yang dilansir dari laman Harvard Health dan Psychology Today pada senin (20/1/2025), terdapat beberapa strategi yang dapat kamu lakukan untuk mempertajam ingatan, berikut ulasannya.
- Teruslah Belajar
Pendidikan yang lebih tinggi sering kali dikaitkan dengan fungsi mental yang lebih baik di usia tua.
Aktivitas mental yang menantang dapat membantu menjaga daya ingat tetap tajam dengan merangsang proses yang memperkuat sel-sel otak.
Kamu bisa membaca, bergabung dengan klub buku, bermain catur, menulis kisah hidup, menyelesaikan teka-teki silang, atau mencoba hobi baru.
Di tempat kerja, ajukan diri untuk proyek yang membutuhkan keterampilan baru. Menjaga otak tetap aktif adalah proses berkelanjutan, jadi jadikan belajar sepanjang hayat sebagai prioritas.
- Gunakan Semua Indera
Semakin banyak indera yang kamu gunakan saat belajar, semakin besar kemungkinan otakmu menyimpan informasi tersebut.
Misalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang melihat gambar yang disertai aroma tertentu memiliki daya ingat lebih baik terhadap gambar tersebut.
Kamu bisa mencoba hal baru, seperti mencium dan mencicipi makanan baru sambil menebak bahan-bahannya, atau mencoba seni patung yang melibatkan indera sentuhan.
- Percaya pada Diri Sendiri
Keyakinan bahwa kamu bisa menjaga daya ingat sangat penting. Orang yang percaya bahwa mereka tidak dapat mengontrol fungsi ingatannya cenderung kurang berusaha memperbaikinya.
Sebaliknya, keyakinan positif dapat mendorong kamu untuk tetap aktif secara mental dan mengurangi risiko penurunan kognitif.
- Jangan Paksa Mengingat
Ironisnya, tips memori yang paling kuat adalah jangan paksa untuk mengingat. Sebaliknya, saat kamu memikirkan sesuatu yang ingin dilakukan nanti, segera tulis atau buat daftar.
Ide praktis ini berasal dari David Allen, penulis buku “Getting Things Done”. Otak kamu bisa kewalahan dengan daftar tugas, ide proyek, tujuan jangka panjang, daftar belanja, dan lainnya.
Kamu bisa mencatat semua hal yang perlu dilakukan ke dalam sistem yang logis dan terpercaya di luar kepalamu.
- Gunakan Pengingat Visual
Cobalah untuk mengambil foto dengan ponselmu, seperti daftar belanja atau menggunakan warna yang mencolok pada catatanmu untuk menarik perhatian.
Kamu juga bisa memulainya dengan meletakkan benda tertentu di tempat strategi yang mudah diingat, seperti keranjang cucian di pintu untuk mengingatkan cucianmu.
- Berikan Jarak dalam Pengulangan
Ketika kamu ingin mengingat sesuatu, ulangi informasi tersebut dengan suara keras atau tulis di catatan.
Pengulangan akan lebih efektif jika dilakukan dengan jeda waktu tertentu, bukan dalam waktu singkat.
Misalnya, pelajari ulang informasi setelah satu jam, kemudian beberapa jam, lalu sehari. Metode ini sangat berguna untuk menguasai informasi yang rumit.
- Gunakan Mnemonik
Mnemonik adalah cara kreatif untuk mengingat daftar informasi. Contohnya, akronim seperti RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) untuk langkah pertolongan pertama pada cedera. (*)
Editor : Hendra Efison