Di era media sosial, kebiasaan ini semakin umum. Tapi tahukah kamu bahwa di balik kebiasaan ini ada makna psikologis yang menarik?
Dikutip dari laman Blog Herald pada Sabtu (22/2/25), berikut adalah 10 perilaku unik yang sering dimiliki oleh orang-orang yang selalu memotret makanan sebelum makan.
1. Lebih Sadar terhadap Apa yang Dikonsumsi
Saat seseorang mengambil foto makanannya, mereka otomatis lebih memperhatikan warna, tekstur, dan penyajiannya. Ini membuat mereka lebih sadar akan pilihan makanan yang mereka konsumsi.
Menurut psikolog Harvard, Ellen Langer, perhatian penuh terhadap sesuatu dapat meningkatkan pengalaman dan kepuasan kita terhadapnya.
2. Menjadikan Makanan sebagai Sarana Koneksi Sosial
Banyak orang memotret makanan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk berbagi dengan orang lain. Mengunggah foto makanan bisa menjadi cara untuk membangun percakapan dan merasa lebih terhubung dengan teman atau komunitas online.
Ini sejalan dengan teori Abraham Maslow tentang kebutuhan manusia akan hubungan sosial.
3. Mencari Validasi Sosial
Bagi sebagian orang, mendapatkan "like" dan komentar di media sosial bisa memberikan kepuasan tersendiri.
Teori B.F. Skinner tentang penguatan perilaku menjelaskan bahwa kita cenderung mengulangi tindakan yang mendapatkan respons positif, seperti pujian dari orang lain.
4. Menikmati Momen Kecil dalam Hidup
Orang yang sering memotret makanan biasanya memiliki kebiasaan menghargai detail kecil. Mereka melihat keindahan dalam sajian sederhana, seperti latte art atau plating yang artistik.
Ini sesuai dengan konsep “flow” dari Mihaly Csikszentmihalyi, di mana kebahagiaan muncul saat kita tenggelam dalam momen tertentu.
5. Lebih Selektif dalam Memilih Makanan
Ketika tahu bahwa makanannya akan difoto dan dilihat banyak orang, beberapa orang cenderung memilih makanan yang lebih sehat dan estetis.
Hal ini berkaitan dengan teori Albert Bandura tentang pembelajaran sosial, di mana kebiasaan kita dipengaruhi oleh lingkungan dan ekspektasi sosial.
6. Memiliki Apresiasi terhadap Estetika dan Seni
Orang yang suka memotret makanan cenderung lebih peka terhadap keindahan. Mereka menikmati komposisi warna, tekstur, dan pencahayaan, sehingga makanan tidak hanya soal rasa, tetapi juga seni visual.
7. Menikmati Antisipasi Sebelum Makan
Mengambil foto makanan bisa menambah kesenangan sebelum benar-benar menyantapnya. Psikologi menunjukkan bahwa antisipasi dapat meningkatkan pengalaman menikmati sesuatu, mirip dengan teori Freud tentang kesenangan yang bertahap.
8. Kadang Terlalu Fokus pada Tampilan
Ada kalanya seseorang terlalu sibuk mencari angle yang sempurna hingga lupa menikmati makanan itu sendiri. Ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat mendorong kita untuk menciptakan citra ideal yang mungkin berbeda dari kenyataan, seperti yang dijelaskan Carl Jung tentang pencarian identitas.
9. Mengandalkan Kamera untuk Mengingat Momen
Ironisnya, meskipun memotret makanan bertujuan untuk mengabadikan momen, penelitian psikolog Linda Henkel menunjukkan bahwa mengandalkan kamera justru bisa membuat kita kurang mengingat detail pengalaman tersebut.
10. Menggunakan Makanan sebagai Ekspresi Diri
Jenis makanan yang seseorang pilih untuk difoto bisa mencerminkan suasana hati atau kepribadian mereka. Dari makanan berwarna cerah hingga sajian klasik yang penuh nostalgia, semua itu bisa menjadi bentuk ekspresi diri yang unik.
Memotret makanan bukan sekadar kebiasaan iseng, tetapi juga memiliki makna psikologis yang dalam. Kebiasaan ini bisa menunjukkan kesadaran terhadap makanan, dorongan sosial, hingga apresiasi terhadap estetika.
Apakah kamu juga sering memotret makanan sebelum makan? Dari 10 perilaku di atas, mana yang paling sesuai dengan dirimu? (*)
Editor : Hendra Efison