Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kelinci Belang Sumatera yang Hampir Punah Ditemukan Tim Biologi UNP

Endang Pribadi • Selasa, 8 Juli 2025 | 20:02 WIB

Tim Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera dari Fakultas Biologi UNP berhasil merekam keberadaan kelinci belang yang langka dan endemik di kawasan Gunung Tandikat.
Tim Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera dari Fakultas Biologi UNP berhasil merekam keberadaan kelinci belang yang langka dan endemik di kawasan Gunung Tandikat.
PADEK.JAWAPOS.COM—Tim peneliti Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil merekam keberadaan kelinci belang Sumatera (Nesolagus netscheri), spesies langka dan endemik, di kawasan Gunung Tandikat, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat.

Penemuan ini menjadi sinyal penting bagi upaya konservasi karena satwa ini termasuk dalam kategori "Terancam Punah" (Endangered) menurut Daftar Merah IUCN.

Kelinci belang Sumatera dikenal sangat sulit ditemukan karena hidup di hutan lebat pegunungan dengan ketinggian 600-1600 meter di atas permukaan laut. Hingga kini, populasi pastinya di alam liar belum diketahui.

"Yang jelas, statusnya dinyatakan terancam punah disebabkan tingginya faktor ancaman pada satwa ini," ujar Ketua Tim Peneliti, Sandi Fransisco Pratama, saat dihubungi Selasa (8/7/2025).

Sandi menjelaskan, ancaman utama terhadap spesies ini berasal dari perusakan habitat. "Faktor yang paling berpengaruh terganggunya habitat alami dikarenakan pengalihfungsian lahan menjadi lahan pertanian dan pemukiman warga, serta aktivitas manusia yang tinggi, seperti perburuan satwa dan hiking," tambahnya.

Penelitian dilakukan dengan pemasangan kamera jebak sejak Desember 2024 hingga Juni 2025. Namun, foto yang berhasil merekam kelinci belang masih sangat terbatas.

"Kami tidak mengetahui data populasi kelinci ini di habitatnya. Adanya hambatan dalam pengambilan kebijakan dan upaya konservasi kelinci ini, salah satu penyebab tidak mengetahui populasinya saat ini," kata Sandi.

Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar, khususnya di Nagari Singgalang, masih belum mengetahui keberadaan kelinci belang Sumatera ini. Karena itu, UNP berencana mengadakan penyuluhan kepada warga.

"Ini menjadi tanggung jawab kami dari Departemen Biologi UNP dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kita membutuhkan dukungan dari warga sekitar Gunung Tandikat untuk secara bersama-sama melindungi spesies langka dan endemik ini," paparnya.

Sandi berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, provinsi, dinas-dinas terkait, serta lembaga swadaya masyarakat dalam melindungi kelinci belang Sumatera.

“Mari bersama kita lindungi dan lestarikan keanekaragaman hayati Sumatra. Mari mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan di sekitar kita,” tutup Sandi.

Proyek penelitian ini juga melibatkan mahasiswa dari Departemen Biologi, Hijratul Hasanah dan Rivaldo Situmorang, serta tim riset muda Keanekaragaman Hayati Sumatera: Nagra Aulia V., M. Zacky Priyatna, Wahyuni Fitri, Weni Rezkia, Aria Bintang R., Aamisyhia Zulaikha, dan Habibullah Djoelvinanda.(edg)

Editor : Hendra Efison
#Harapan Baru Konservasi #Kelinci Belang Sumatera #Kelinci yang Hampir Punah Ditemukan Tim Biologi UNP #Gunung Tandikat