Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bongkar 3 Mitos Baterai: Fakta Ilmiah dan Cara Tepat Merawat Agar Awet

Hendra Efison • Senin, 25 Agustus 2025 | 17:32 WIB

fimela
fimela
PADEK.JAWAPOS.COM–Baterai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Hampir semua perangkat sehari-hari, mulai dari ponsel pintar, laptop, jam tangan pintar, hingga peralatan rumah tangga seperti senter dan remote control, bergantung pada baterai.

Namun, pemahaman masyarakat tentang cara kerja dan perawatan baterai masih sering dipengaruhi oleh mitos.

Mitos-mitos ini diwariskan dari pengalaman teknologi lama dan dapat memengaruhi kebiasaan dalam menggunakan serta merawat baterai.

Berikut adalah penjelasan mengenai tiga mitos populer tentang baterai, disertai fakta ilmiah dan cara tepat dalam perawatannya.

  1. Menyimpan Baterai di Kulkas Membuatnya Tahan Lama

Banyak orang percaya bahwa menyimpan baterai di kulkas atau freezer dapat memperpanjang usia pakai. Keyakinan ini berangkat dari asumsi bahwa suhu dingin memperlambat reaksi kimia di dalam baterai.

Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Produsen seperti Duracell dan Energizer justru melarang penyimpanan di kulkas karena kelembapan dapat menyebabkan kondensasi, berkaratnya terminal, hingga kebocoran bahan kimia.

Cara yang benar adalah menyimpan baterai di tempat kering dengan suhu ruangan normal, idealnya 20–25 derajat Celsius. Hindari suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin.

  1. Mengisi Daya Ponsel Semalaman Merusak Baterai

Mitos lain adalah bahwa mengisi ponsel semalaman akan menyebabkan overcharging dan merusak baterai.

Fakta: Hal ini hanya berlaku pada baterai lama berbasis nikel-kadmium (NiCd) atau nikel-metal hidrida (NiMH). Perangkat modern kini menggunakan baterai lithium-ion dengan sistem manajemen daya pintar. Sistem ini otomatis menghentikan pengisian ketika kapasitas mencapai 100%.

Meski begitu, menjaga kapasitas baterai pada kisaran 40–80 persen lebih disarankan untuk memperpanjang umur pakai. Beberapa perangkat bahkan memiliki fitur optimized charging untuk mencegah degradasi kimia.

  1. Efek Memori Berlaku pada Semua Baterai

Efek memori sering dianggap berlaku pada semua baterai, sehingga banyak orang merasa harus mengisi daya hingga 100% atau menguras hingga 0% secara rutin.

Fakta: Efek memori hanya terjadi pada baterai NiCd. Baterai lithium-ion yang digunakan pada ponsel, laptop, hingga earphone nirkabel tidak mengalami hal ini. Bahkan, pengisian parsial (misalnya dari 50% ke 80%) lebih aman dan membantu memperpanjang usia baterai.

Tips Merawat Baterai Agar Awet

Untuk menjaga performa dan memperpanjang umur pakai baterai, berikut tips yang bisa diterapkan:

  1. Simpan baterai di tempat kering dan sejuk, jauh dari suhu ekstrem.
  2. Hindari pengosongan total pada baterai lithium-ion.
  3. Gunakan charger resmi atau sesuai rekomendasi produsen.
  4. Aktifkan fitur pengisian pintar jika tersedia.
  5. Jangan mengisi daya di tempat panas, seperti di dalam mobil yang terparkir di bawah sinar matahari.

Dengan memahami fakta ilmiah dan mengikuti panduan perawatan, pengguna dapat memaksimalkan kinerja baterai sekaligus memperpanjang umur perangkat yang digunakan sehari-hari.(Imam Syaputra/mg8)

Editor : Hendra Efison
#Bongkar 3 Mitos Baterai #Fakta Ilmiah #Cara Tepat Merawat Baterai Agar Awet