Fitur ini memungkinkan Facebook menganalisis dan menyimpan foto pribadi dari kamera roll ponsel pengguna.
Menurut keterangan Meta, tujuan fitur ini adalah memberikan saran kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Rekomendasi yang ditawarkan antara lain kolase otomatis, album tematik, recap post, hingga foto restyling dengan teknologi AI.
Meta menegaskan hasil analisis hanya ditampilkan ke pengguna dan tidak dipakai untuk iklan. Namun, agar bisa berfungsi, aplikasi tetap harus mengunggah dan menyimpan salinan foto dari ponsel ke server Meta.
Masalah Privasi yang Muncul
Sejumlah pengguna merasa tidak pernah memberikan izin eksplisit untuk mengaktifkan fitur ini. Beberapa bahkan mendapati pengaturan tersebut sudah menyala otomatis di aplikasi.
Ada empat kekhawatiran utama yang disorot:
- Persetujuan tidak jelas – Pengguna mengaku tidak pernah menerima notifikasi izin, hanya pop-up singkat “cloud processing” yang bila diklik otomatis menyetujui AI Terms of Service.
- Akses data pribadi – Kamera roll berisi foto keluarga, dokumen penting, hingga momen privat. Aktivasi fitur berarti Meta bisa melihat dan menyimpan data itu.
- Risiko keamanan – Meski Meta klaim tidak digunakan untuk iklan, data tetap tersimpan di server perusahaan dan rawan kebocoran.
- Kurangnya transparansi – Fakta sebagian pengguna mendapati fitur aktif tanpa sadar menimbulkan pertanyaan soal mekanisme default di aplikasi.
Cara Mematikan Fitur Ini
Bagi yang khawatir, ada langkah mudah untuk menghentikan akses kamera roll di Facebook:
- Buka aplikasi Facebook, login.
- Tekan ikon Menu (tiga garis), pilih Settings & Privacy, lalu Settings.
- Gulir ke bawah, cari opsi Camera roll sharing suggestions.
- Nonaktifkan dua opsi:
- Get camera roll suggestions when you're browsing Facebook.
- Get creative ideas made for you by allowing camera roll cloud processing.
Jika tombol berwarna abu-abu, artinya fitur sudah dimatikan.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kesadaran digital. Perusahaan teknologi sering menambahkan fitur baru dengan pengaturan privasi tersembunyi.
Sebagai pengguna, memeriksa menu pengaturan secara rutin menjadi langkah penting agar kendali data tetap berada di tangan kita.(Imam Syaputra/mg8)
Editor : Hendra Efison