Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Stetoskop AI Revolusioner, Deteksi Penyakit Jantung Hanya 15 Detik di Inggris

Hendra Efison • Sabtu, 27 September 2025 | 14:22 WIB

Peneliti Imperial College London dan NHS Trust perkenalkan stetoskop AI yang mampu deteksi penyakit jantung hanya 15 detik dengan akurasi tinggi.
Peneliti Imperial College London dan NHS Trust perkenalkan stetoskop AI yang mampu deteksi penyakit jantung hanya 15 detik dengan akurasi tinggi.
PADEK.JAWAPOS.COM– Terobosan medis kembali lahir di Inggris. Peneliti dari Imperial College London bersama tim medis NHS Trust memperkenalkan stetoskop bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi penyakit jantung hanya dalam waktu 15 detik.

Teknologi ini dinilai sebagai langkah besar dalam mempercepat diagnosis kardiovaskular, penyebab kematian nomor satu di dunia.

Berbeda dengan stetoskop konvensional, perangkat ini dilengkapi sistem AI terhubung dengan elektrokardiogram (ECG).

Cara kerjanya, alat merekam suara jantung sekaligus membaca sinyal listrik, lalu menganalisisnya menggunakan algoritma canggih untuk mencari tanda-tanda kelainan jantung.

Menurut laporan The Guardian, uji coba dilakukan terhadap lebih dari 12.000 pasien di berbagai rumah sakit di London.

Hasilnya, perangkat ini mampu mengidentifikasi gangguan jantung seperti gagal jantung, kelainan katup, dan aritmia dengan akurasi tinggi bahkan sebelum gejala fisik muncul.

Kecepatan alat ini menjadi sorotan utama. Jika biasanya pasien harus menunggu hasil laboratorium atau pencitraan, kini diagnosis awal bisa diketahui dalam hitungan detik.

Hal ini memungkinkan intervensi lebih dini sekaligus memperbesar peluang penyembuhan.

Selain kecepatan, teknologi ini juga memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya dianggap revolusioner, di antaranya:

1. Diagnosis cepat hanya butuh 15 detik, jauh lebih singkat dibandingkan metode konvensional.

2. Akurasi tinggi berkat algoritma AI yang dilatih dengan ribuan data suara jantung dan rekaman ECG.

3. Non-invasif karena pemeriksaan dilakukan tanpa prosedur kompleks atau berisiko tinggi.

4. Mudah digunakan oleh dokter umum maupun tenaga medis di layanan primer.

5. Mengurangi antrean pemeriksaan sehingga pasien tidak perlu menunggu lama menjalani tes lanjutan.

6. Dapat dipakai di berbagai fasilitas kesehatan, mulai rumah sakit besar hingga klinik kecil.

7. Potensi global jika diproduksi massal, alat ini bisa menjadi solusi kesehatan bagi negara berkembang.

 Baca Juga: 29 Atlet Tarung Derajat Kota Pariaman Dilepas ke Seleknas Sumbar

Meski menjanjikan, para pakar menekankan masih ada tantangan. Salah satunya keterbatasan data latih, karena mayoritas uji coba dilakukan di Inggris. Validitasnya perlu diperluas ke populasi dengan latar belakang genetik dan gaya hidup berbeda.

Isu privasi juga menjadi sorotan. Karena alat ini mengumpulkan data medis pasien, regulasi ketat dibutuhkan untuk menjamin keamanan informasi sekaligus mencegah penyalahgunaan.

Selain itu, implementasi dalam skala besar membutuhkan biaya tidak sedikit. Perangkat berbasis AI memerlukan infrastruktur digital, sistem penyimpanan data, serta pemeliharaan perangkat lunak agar tetap akurat dan aman digunakan.

Meski demikian, para peneliti optimistis teknologi ini akan menjadi masa depan deteksi dini penyakit jantung. Dengan diagnosis cepat dan akurat, pasien dapat memperoleh perawatan lebih awal sehingga risiko komplikasi berkurang drastis.

Jika berhasil diadopsi secara luas, stetoskop AI bukan hanya mengubah cara dokter memeriksa pasien, tetapi juga memberi harapan baru bagi jutaan orang di seluruh dunia yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

Seperti diberitakan The Guardian, alat ini berpotensi menjadi salah satu inovasi terpenting dalam sejarah kardiologi modern.(andre/mg7)

Editor : Hendra Efison
#inggris #Deteksi Penyakit Jantung Hanya 15 Detik #Stetoskop AI Revolusioner