Kegiatan ini dibuka Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi melalui pelemparan pancing pertama.
Mulyadi mengapresiasi tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana festival tersebut.
Ia menyebut minat masyarakat terhadap kegiatan mancing cukup besar, baik dari Kota Pariaman maupun daerah lain di Sumatera Barat.
Mulyadi menilai festival ini berpotensi menjadi agenda rutin tahunan. Ia mendorong pemanfaatan maksimal kawasan Talao Pauh yang memiliki area luas dan terintegrasi dengan wisata pantai, sehingga dapat menarik lebih banyak peserta pada tahun berikutnya.
Ia juga meminta Dinas Pariwisata Kota Pariaman memperluas komunikasi dengan komunitas mancing maupun komunitas lain yang berpotensi menggelar kegiatan serupa untuk meningkatkan kunjungan dan perputaran ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC Ratu Prabu Kota Pariaman, Nofen Noferi, menyampaikan bahwa peserta berasal dari berbagai daerah seperti Tanahdatar, Agam, Pasaman Barat, Sijunjung, dan Solok. Festival berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2025.
Panitia menyediakan hadiah untuk empat pemenang, yakni Juara I Rp4.000.000, Juara II Rp3.000.000, Juara III Rp2.000.000, dan Juara IV Rp1.000.000. Sebanyak satu ton ikan disebar di Talao Pauh, ditambah stok ikan alami seperti nila, mujair, dan lele.
Pada kesempatan itu, turut digelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. GPM menyediakan berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, bawang, sayuran, dan produk olahan pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Asisten II, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, serta lurah.(*)
Editor : Hendra Efison