Tradisi ini menjadi momen puncak perayaan kelulusan dari tiga fakultas bersejarah, yang dikenal sebagai “Fakultas Tigo Nan Sabaris”: Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Fakultas Hukum.
Arak-arakan digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para lulusan sekaligus sarana pelestarian budaya Minangkabau.
Prosesi dimulai setelah upacara wisuda di gedung utama, dengan para wisudawan mengenakan toga berbaris dari Auditorium Universitas Andalas menuju markas fakultas masing-masing.
Sepanjang rute, suasana meriah tercipta berkat iringan Gandang Tasa, musik perkusi tradisional Minangkabau yang dimainkan secara ritmis, menjadi simbol semangat dan identitas budaya.
Yoga, mahasiswa FIB yang terlibat dalam penyelenggaraan, menyebut arak-arakan sebagai wujud syukur dan persaudaraan antara tiga fakultas.
“Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada abang-abang dan teman-teman yang sudah menyelesaikan studinya, sekaligus syukuran besar-besaran antara FIB, FISIP, dan Hukum,” jelasnya.
Bagi para wisudawan, momen ini menjadi penutup emosional dan berkesan.
Harisandi Z, lulusan Sastra Indonesia, mengatakan, “Perasaan saya sangat bangga. Arak-arakan ini meriah dan membangkitkan euforia wisuda tahun ini. Kenangan diarak dengan teman-teman dan iringan Gandang Tasa akan menjadi penutup manis masa perkuliahan.”
Tradisi ini menggabungkan prestasi akademik, semangat persaudaraan, dan budaya lokal, sehingga menjadi salah satu perayaan kampus paling dinantikan di Universitas Andalas.(CR2)
Editor : Hendra Efison